Meski data melimpah dari perangkat pintar, banyak orang tetap tidur sambil nonton Netflix atau TikTok

Banyak orang sudah tahu kalau mereka harus makan lebih banyak sayur, tidur lebih baik, dan olahraga lebih sering.

Masalahnya sekarang, setelah punya alat kesehatan yang bisa dipakai (wearable), kita jadi punya banyak data tentang diri sendiri. Tapi apa yang harus dilakukan dengan data itu? Dan yang lebih sulit lagi, bagaimana cara mengubah kebiasaan kita.

Patrick Sheehan, dari perusahaan alat kesehatan Withings, bilang alat seperti jam tangan pintar itu ibarat "polisi di pergelangan tangan." Menurut dia, alat itu membuat kita merasa diawasi, tapi tidak menyelesaikan masalah. Alat itu cuma bilang apa masalah kita.

Sheehan bilang pasar sekarang masih berhenti di masalah yang dangkal. Solusinya bukan dengan menambah sensor baru di alat lain. Yang penting adalah alat ditambah dengan tindakan nyata.

Ann Crady Weiss, CEO Hatch, juga melihat masalah yang sama. Menurut dia, data itu menarik, tapi yang penting adalah membuat data itu bisa dipakai langsung. Membujuk orang mau bertindak itu soal kebiasaan, bukan cuma teknis.

Dia bilang saingan berat Hatch bukan aplikasi tidur lain, tapi Netflix dan TikTok. Cara mengatasinya adalah membuat orang tertarik dan senang menjaga diri sendiri.

Nele Jessel, dari athenahealth, bilang langkah pertama harus mengubah data menjadi pengetahuan. Kalau cuma data, itu masih fakta acak. Lompatan dari tahu jadi melakukan itulah yang paling sulit.

Lisa Shah, dari Twin Health, bilang banyak orang salah menyalahkan pasien. Dia pernah berpikir pasien tidak peduli kesehatan, tapi ternyata salah. Pasien itu peduli, cuma mereka tidak tahu caranya.

Menurut dia, "bagaimana" itu harus disesuaikan dengan kehidupan nyata orang. Misalnya, menyuruh tidur jam 9 malam tidak masuk akal buat perawat yang shift malam. Solusinya, buat panduan spesifik, pakai bahasa sederhana yang mudah dimengerti, dalam perubahan kecil.

MEMBACA  Peluncuran UtilityAI Pro oleh Bidgely: Platform AI Vertikal Pertama yang Mengubah Data menjadi Wawasan Strategis bagi Penyedia Utilitas dan Energi Global

"Mikro perubahan, bro," kata Shah. Tujuannya bukan mengubah total semua kebiasaan, tapi satu penyesuaian realistis yang bisa dijalani terus.

Sheehan malah punya pandangan lain. Menurut dia, yang harus berubah itu bukan pasien, tapi dokter. Dokter harus lebih aktif pakai data dari alat kesehatan untuk mendeteksi penyakit lebih awal.

Jessel setuju, tapi bilang dokter sering takut dikasih data yang tidak bisa mereka tangani. Othman Laraki dari Color Health bilang alat yang kasih reward itu bekerja baik. Monitor gula darah, misalnya, kasih hadiah berupa informasi instan tentang makanan. Tapi dia sedih waktu tahu kalau Pho bikin gula darahnya naik tinggi.

Di luar soal alat, masalah kesehatan juga soal akses. Jen Shepherd dari Uber Health bilang celah untuk mendapatkan layanan kesehatan masih besar. Data dan wawasan bah kesehatan memang berguna, tapi kalau orang susah ke dokter jelas masalah yang berbeda.

Banyak orang, kata dia, telat atau bolos janji karena masalah biaya, transportasi, dan makanan. "Ngomong-ngomong untuk memberi alat wearable saja tidak akan menyelesaikan sebagian besar persoalan," katanya.

Untuk kelompok perempuan, masalah lebih dasar. Heidi Davis dari Peri bilang sistem kesehatan sejauh ini didesain oleh laki-laki untuk laki-laki, jadi siklus bagi data tentang perempuan dan kesehtannya. Akibatnya,banyak yang merasa kurang pertanyaan yang cuurkupi, menjawab w Menurutnya, fitrah membandel!

“Itu tuh 70 persén perempuan paduan yang ambasa?” (“Baes-: em”). — "lo ngg ada apa apa.tel!

kemi hampir – Kalantaraan wanita tent M dia dap resntifikart meng ub ah… mungkin kerja maka dir mereka emp p manam per baik >, kUc perempuan kan du kal lain jug,ta pel unN masukn.”ia perc e ini pa an… -> g alengt y ker m karena Ke epatan “ carla la krus . ah ten O]): Ja ib is rese c ca as ad ran A Ma by o sa is arahni yang ap day n .

MEMBACA  Pemotongan Anggaran Trump untuk Taman Nasional: Pertanda Buruk bagi Ekonomi Pedesaan dan Sektor Luar Ruangan

say akan untuk dia&but mi adata ==> ber mis has [ dalam.

Hal n untuk berw du dak and di dir id <end d kita and juga.

ma ber ata akan pen. deng in – se [k jJ].

das

Te
Darian kec, peremp | ”K akan | ja* ——

Ak akan! >

al , pakmB

Ken yar

Baim la juga dan j lebih
tau hmasa lam pen ing :: Mering

P der seringan

W n il ang sec di ta am menju N asi on ban of aka persop den far ** la pem S.

Deng wan da kan el te a pus [el otak se ga purKur ih uc deng tup pi

Ba ~

Tinggalkan komentar