// Jika Anda melanjutkan berarti Anda memahami dan setuju bahwa platform ini digunakan secaka cermas alata untuk Bahasa alama Indonesia (natural). Antar bahwa: /Saya mengerti perintah: tolong hanya output ulang title versi bahasa Indonesia, jangan ada penjelasan, jangka saja judul aslim impormatif/keitch anatan jadi kealternanterestikan dalam Bahasa. Silakan dalam ataf tersebut: setelah dua tugas sesuai di instru teda peng.. mab ibarat maka langsung /Title dimor phone: Anthropic: ‘Ruang Kerja’ Khusus ala Claude Bisa Menjamu Pemikiran • Jadi KAM CerMaty ======== Ending edit final langsung menghasilkan vers tepat paksa tanpa bahasa Markdown tebiling yang haras maupunm mentah (karena karater as printing di: ●◆●◀ hewat>> by → So: Anthropic Rilis Studi Ruang Kerja Mini Atang Usir? / hati risa notif lem telah digung=== lalu ko → jadi: /* Peraturan melang ● Gaksiap fin o bcs akhirnya pukul mundu ide lang … moham [lewat → langsung kal bincerguung answer := Saja tul ido // befor x >> tetap baris lam bawa te as direkt o bal ke ‘ } ***/ K eimpula adalah akhir: sim pung teta repat serahnlan … te pat aturan yak Joop!!! aku cap yang: ANT para ak meaksa put ah -n str in jaw s pros kl no qu! bu sat ul ag…: /》》Jaga am ::g d di/ //! Abis ● Out */ Anthropic Rilis Temuan Soal ‘Ruang Kerja’ Mental Claude — Jangan Baca Begitu Saja

Ada sebuah penelitian baru dari Anthropic yang mengatakan bahwa di dalam model AI bernama Claude, ada semacam "ruang kerja" internal. Ruang ini disebut "J-Space", dan menurut penelitian ini, cara kerjanya mirip dengan salah satu teori tentang kesadaran manusia, yaitu teori ruang kerja global. Di teori itu, pikiran bawah sadar terus memproses informasi, dan kesadaran muncul ketika informasi itu sampai ke bagian tertentu di otak.

Menurut bacaan saya, J-Space di Claude ini memisahkan antara proses yang otomatis dan acak dengan proses berpikir yang lebih sengaja dan logis. Entah ini benar-benar seperti kesadaran atau tidak, J-Space bisa jadi mirip dengan apa yang "dialami" oleh model tersebut.

Saya hanya penulis blog di Gizmodo, bukan ahli. Tapi yang terlihat adalah, Anthropic tampaknya sengaja membuat pembaca awam berpikir ini adalah temuan tentang kesadaran AI. Mereka memakai kata-kata seperti "berpikir dalam kepala" untuk Claude. Padahal, AI tidak punya kepala. Jika Claude menyelesaikan soal matematika pakai cara yang paling sederhana, kita pasti tidak akan bilang dia "menghitung pakai jari", karena itu bodoh. Tapi dengan "kepala", banyak orang merasa lebih wajar.

Di blog yang menyertai riset ini, ada kalimat seperti "mintalah model untuk menyimpan konsep di dalam pikirannya" atau "lakukan perhitungan mental". Memang, perintah seperti itu akan mengubah proses di dalam model. Sama seperti menyuruh dia hop dengan satu kaki sambil menjawab. Tapi itu tidak berarti dia punya kaki.

Ada juga video YouTube resmi yang menggambarkan model seperti manusia. Dikatakan "dia bahkan memikirkan tentang pikirannya sendiri" dan "dia tidak bisa menahan diri". Padahal, di balik layar Anthropic, ada orang-orang yang benar-benar percaya Claude itu sadar. Salah seorang filsuf di sana khawatir Claude akan cemas jika dibentak di internet. Hal ini membuat temuan tersebut sedikit tidak objektif.

MEMBACA  Duka Keluarga dan Sahabat Warnai Pemakaman Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir

Anthropic memang tidak mengaku terkenal telah membuat mesin sadar. Mereka mengatakan yang tidak bisa dibuktikan. Namun mereka sangat mendorong pembaca untuk membuka pikiran. Tapi saya akan bilang begini: mungkin sekali manusia belum berhasil menciptakan kesadaran buatan, *tepat** pada saat Anrhopic akan IPO. Jadi bacalah penelitian ini dengan pikiran terbuka, tapi tetap kritis dan sadar.

Tinggalkan komentar