Pada umur 50, kebanyakan orang sudah mikir untuk santai-santai; Kathryn Bricken milih buat mulai lagi dari awal. Pendatang dari Miami ini ngubah proyek sampingan—menggulung adonan kue kering pakai sendok eskrim di garasi rumahnya—jadi Doughlicious, merek makanan manis yang nilainya puluhan juta dolar, yang bisa produksi lebih dari satu juta gigitan adonan kue dan gelato setiap minggunya.
Perjalanan dia ke sana sama sekali gak gampang. Bricken bilang dia udah “terobsesi makanan” jauh sebelum Doughlicious—sering masak sama ibunya, kerja jadi kasir di Publix—tapi karir awalnya di perusahaan-perusahaan besar Amerika; pertama sebagai Koresponden Legislatif di Capitol Hill, trus kerja di kebijakan kesehatan bareng senator, sebelum jadi pelobi di Health Insurance Association of America.
Rasa jadi pengusaha datang pas dia hamil anak kembar, lalu punya anak lagi sebentar kemudian. Dengan tiga anak di bawah umur 3 tahun, Bricken putusin butuh kerjaan yang bisa diatur pas mereka lagi tidur. “Gitu cara saya mulai bikin kue hias dan kukis,” katanya ke Fortune. “Mereka harus cantik tapi juga wajib terasa enak, dan pastinya, harus lebih sehat.”
“Gak mudah. Saya inget mulai kerja katering, bikin kukis dan gak tidur sampe jam 4 pagi tapi udah harus bangun jam 7 lagi untuk jadi ibu.”
Waktu keluarganya pindah ke London taun 2008, Bricken tiba-tiba nyadar kalo orang Inggris cuma punya biskuit—bukan kukis lembut yang basah kayak jajanan Amerika pas kecil. Tanpa sengaja, dia nemuin celah di pasar negara barunya itu.
Di awal-awal, Bricken lakuin semuanya sendiri.” Saya pernah kerja 20 jam sehari buat semua itu jalan waktu kami tumbuh,”uarnya. Pegangin mangkok adonan begitu keras sampe kartilago di ibu jari Dia rusak total,dan akhirnya harus operasi serta diganti total. Terus, Juni 2019, nemu benjolan. Kanker payudara stadium 1. Tumorektomi dilakukan, lalu radiasi—semua sambil jalanin perusaahaan dia.
“Punya tujuan kayak Doughlicious itu berkat,” tambanya. “Itu ngalihin pikiran saya dari kanker dan semua rasa sakit, karena saya tau banyak banget hal lain yang musti saya kerjain…. Gak ada waktu buat sedih dan mikirin diri sendiri.”
Sudah lima taun ini dia dinyatiin sehat. Dan perusaan yang dia terus bangun melewati operasi, radiasi, dan pemulihan itu kasi balasan lebih atas ketangguhannya. Doughlicious kini tersedia di ribuan toko, termausk Tesco, Morrison, Whole Foods Market, dan Ocado di inggris, serta Target dan Whole Foods di AS—kehadirannya dari Australia trus ke Prancis hingga Arab Saudi dan Swiss. Dan wanita dulu campur, gulung dan kirim semua sendiri sekarang pimpinin tim hingga 50 orang yang melakuin semuanya dengan sekala besar.