Mayoritas Anggota Parlemen Eropa Menolak Izin Big Tech Membaca Pesan Kita. Tapi Mereka Tetap Jalan Terus

Parlemen Eropa baru saja menyetujui perpanjangan aturan yang mengizinkan perusahaan teknologi untuk secara sukarela memindai pesan pribadi pengguna demi mencari konten pelecehan anak. Padahal, mayoritas anggota parlemen sudah memilih menolak usulan ini sebelumnya.

Keputusan ini memberikan izin lagi bagi perusahaan seperti Meta, Google, dan Microsoft untuk memindai teks, surel, dan pesan media sosial. Aturan ini dijuluki “Chat Control” oleh para pengkritik. Namun, percakapan yang dienkripsi secara端-to-end, seperti di WhatsApp dan Signal, tetap dikecualikan.

“Ini berarti perusahaan swasta bisa menolak hak Anda untuk memiliki percakapan digital yang rahasia,” kata Simeon de Brouwer, penasihat kebijakan di European Digital Rights. “Mereka bisa, jika mau, membaca semua pesan, surel, atau foto yang Anda kirim.”

Kelompok politik terbesar di Parlemen Eropa, European People’s Party (EPP), memperjuangkan aturan ini sejak aturan yang lebih lama habis masa berlakunya pada April lalu. Mereka bilang kegiatan pemindaian sukarela ini telah membantu menemukan dan menyelamatkan anak korban pelecehan seksual online. Menurut mereka, melarang perusahaan melakukannya berarti anak-anak tidak terlindungi.

“Kita tidak bisa pergi libur musim panas tanpa melindungi anak-anak kita,” kata wakil ketua EPP, Tomas Tobé, awal pekan ini.

Tapi aturan ini juga mendapat perlawanan keras dari partai lain dan aktivis hak sipil karena dampaknya terhadap privasi. EPP melakukan manuver prosedur agar aturan ini bisa dipilih lagi pekan ini, setelah negosiasi gagal pada Maret. Prosedur ini melompati diskusi komite awal, yang biasanya menghasilkan amendemen. Aturan akan lolos kecuali 361 anggota parlemen (jumlah mayoritas mutlak) menolaknya.

Meski lebih banyak anggota Parlemen Eropa yang menolak daripada mendukung aturan tersebut pada Kamis, jumlah penolaknya masih kurang 47 suara dari batas mayoritas. Artinya, perusahaan teknologi masih bisa memindai pesan untuk deteksi pelecehan seksual anak hingga tahun 2028, atau sampai aturan permanen menggantinya.

MEMBACA  Peringatan nyata Vance kepada Eropa

Altermonya Aktivis hak sipil dan mantan anggota parlemen, Patrick Breyer, menyebut keputusan ini “sirkus.” Sedangkan kata mantan anggota dewan Sie mein’ richt als of de wet “onecht warend.” In da blog dia ini tot: ; “‘Unsz kapstan pe i tsare; lequeiro do ben diz matall gu y te ban shu!’

[Cette logística mais uma informante co-pro dach ca tor non meno “monumente O primeiro para melparlarin e extí oroball tor ne, encrit EAT ewe vai ru: “Nao bâtt-poste car per à ad en sa.” “[Assma disidri quant]

Tinggalkan komentar