Optimisasi Judul: RI kirim delegasi tinggi kehormati Pemimpin Tertinggi Iran yang wafat

Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani memimpin delegasi tingkat tinggi Indonesia yang bertolak ke Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, di Jakarta pada Kamis, kunjungan ini dilakukan untuk memenuhi undangan dari pemerintah Iran.

Delegasi ini dijadwalkan menghadiri pemakaman kenegaraan pada Jumat, 10 Juli waktu setempat, sebelum mengadakan pertemuan bilateral terpisah dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Yvonne mengatakan, pertemuan antara Sugiono dan Araghchi akan fokus pada penguatan kerja sama di sektor prioritas dan membahas perkembangan regional dan global.

Sementara itu, pembicaraan antara Muzani dan Ghalibaf diperkirakan akan memperkuat kerja sama antar parlemen dan memperluas hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Iran.

Perwakilan dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, turut mendampingi delegasi. Ini menunjukkan dimensi budaya dan agama dalam hubungan bilateral.

“Kunjungan ini menunjukkan hubungan erat kedua negara dan menegaskan konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif,” kata Yvonne.

Kementerian Luar Negeri menyatakan sedang berkoordinasi erat dengan otoritas Iran dan KBRI Tehran untuk memastikan kedatangan delegasi yang aman dan tepat waktu di tengah situasi keamanan yang ketat seputar pemakaman kenegaraan.

Ayatollah Ali Khamenei, yang menjadi otoritas spiritual dan politik tertinggi Iran selama hampir 37 tahun, meninggal dunia setelah serangan militer AS-Israel yang ditargetkan di Tehran pada 28 Februari 2026.

Jenazahnya disemayamkan di Masjid Agung Tehran selama akhir pekan 4–5 Juli, lalu dibawa dalam prosesi panjang melalui Qom dan beberapa kota di Irak, termasuk Baghdad, Karbala, dan Najaf, sebelum dimakamkan di Mashhad pada hari Jumat.

MEMBACA  Teras Inklusi Banjarbaru Menarik Perhatian di Pasar Wadai 2025, Bukti Disabilitas Bisa Berkarya

Tinggalkan komentar