Jaminan Xinbi juga telah menjadi tuan rumah bagi beragam penawaran pasar gelap lainnya, termasuk layanan pelecehan yang mengancam atau melempari kotoran kepada korban dengan bayaran, bahkan pekerja seks berusia muda 14 tahun yang kemungkinan adalah korban perdagangan manusia. Salah satu daftar yang dibagikan Elliptic kepada WIRED, ditemukan baru-baru ini, menawarkan pekerja seks berusia 16 tahun, lengkap dengan ukuran tubuh gadis itu dan tindakan seks yang tersedia.
Sejelas apapun contoh-contoh itu bertentangan dengan argumen Telegram untuk menghosting Jaminan Xinbi, sanksi resmi pemerintah Inggris terhadap Xinbi bahkan lebih jelas, kata Robinson dari Elliptic. “Argumennya sudah lemah sejak awal, tapi pemberian sanksi terhadap Xinbi membuat argumen itu semakin lemah,” ujar Robinson. “Kini ada pengakuan resmi bahwa Xinbi pada dasarnya adalah pelaku ilegal.”
Toleransi Telegram terhadap Jaminan Xinbi semakin aneh karena mereka sebenarnya pernah melarang pasar itu pada suatu titik tahun lalu. Setelah WIRED menanyakan Telegram tentang temuan Elliptic mengenai Jaminan Xinbi dan pasar yang saat itu bahkan lebih besar bernama Jaminan Huione, Telegram serta merta membersihkan akun keduanya. Juru bicara Telegram Remi Vaughn kala itu menulis kepada WIRED bahwa “aktivitas kriminal seperti penipuan atau pencucian uang dilarang oleh ketentuan layanan Telegram dan selalu dihapus setiap kali ditemukan.”
Namun, pada bulan berikutnya, Elliptic terus membagikan temuan mereka tentang aktivitas pencucian uang yang tampak jelas dalam sebuah grup Telegram yang mencakup seorang reporter WIRED dan seorang juru bicara Telegram. Tetapi setelah larangan awal itu, Telegram tidak menghapus akun apa pun untuk pasar gelap yang disorot Elliptic, dan Jaminan Xinbi dengan mudah membangun kembali pasarnya meskipun pernyataan Telegram sendiri menyebutkan bahwa mereka telah melanggar ketentuan layanan platform pesan tersebut.
Mungkin menyadari kerentanannya terhadap larangan lain dari Telegram, Jaminan Xinbi telah meminta penggunanya untuk beralih ke platform lain bernama SafeW. Namun sebagian besar aktivitas Jaminan Xinbi tetap berada di Telegram, dan Robinson dari Elliptic berpendapat bahwa pasar tersebut akan kesulitan memindahkan pengguna ke SafeW. “Xinbi diuntungkan oleh basis pengguna terpasang Telegram yang sangat besar, suatu hal yang akan sangat sulit untuk direplikasi oleh SafeW,” kata Robinson.
Untuk saat ini, tentu saja, Jaminan Xinbi tidak perlu kemana-mana, mengingat Telegram menghosting aktivitas kriminalnya yang terang-terangan. Warner dari DarkTower berargumen bahwa hal ini merepresentasikan kelalaian yang tak termaafkan terhadap peran Telegram dalam memfasilitasi pasar gelap berbahasa Mandarin, baik dari pihak Telegram sendiri maupun agensi penegak hukum di seluruh dunia.
Warner menunjuk bahwa ketika pelaku siber Rusia menghosting pasar gelap yang menjual perangkat lunak berbahaya dan data curian, koalisi penegak hukum internasional menargetkan kriminal tersebut dan infrastrukturnya, menyebabkan penyitaan dan penangkapan berulang. Mengingat betapa terbukanya Telegram menghosting ekosistem kriminal yang bahkan lebih besar, perusahaan serta pendiri dan CEO-nya Pavel Durov pantas mendapatkan perlakuan yang sama, demikian argumen Warner. (Durov sendiri, faktanya, ditangkap dan didakwa di Prancis pada 2024 namun telah dibebaskan sementara investigasi pemerintah Prancis dilaporkan berlanjut.)
“Ia seharusnya menjadi subyek dari satuan tugas internasional,” klaim Warner. “Ia seharusnya diburu dan ditangkap. Ia harus dipaksa untuk bertanggung jawab.”