Lima Strategi AS Blokir Selat Hormuz untuk Memicu Respons Iran dan Dua Sekutunya

loading…

AS menerapkan strategi khusus untuk memblokade Selat Hormuz. Foto/X

TEHERAN – Blokade adalah taktik berani yang membantu Presiden Donald Trump menggulingkan diktator Venezuela, Nicolas Maduro. Sekarang, setelah kegagalan perundingan damai di Islamabad, Trump telah memerintahkan blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz. Langkah dramatis ini bertujuan memaksa Teheran tunduk pada syarat-syarat dari Washington.

Langkah yang diumumkan pada Minggu itu mengkonfirmasi spekulasi yang selama ini beredar di antara ahli strategi dan analis militer AS dekat pemerintahan.

“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKIR semua kapal yang coba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

“Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!”

Ini 5 Strategi AS Blokade Selat Hormuz untuk Picu Respons Iran dan 2 Sekutunya

1. Melemahkan Aset Militer Iran

Bahkan sebelum perundingan Islamabad dimulai, seorang ahli strategi militer AS terkemuka yang dekat dengan Trump telah menyampaikan kemungkinan ini.

“Jika perang berlanjut dan setelah kita cukup melemahkan sisa aset militer Iran, militer AS bisa memilih menduduki Kharg — atau menghancurkannya,” tulis Jenderal Jack Keane dalam kolom di New York Post, yang terbit sebelum Wakil Presiden JD Vance berangkat ke Islamabad untuk perundingan yang akhirnya gagal.

“Sebagai alternatif,” tambahnya, “Angkatan Laut AS dapat melakukan blokade, menutup jalur ekspor vital Teheran.”

2. 2 Kapal Induk dan Puluhan Kapal Perusak

Jenderal Keane, mantan wakil kepala staf Angkatan Darat AS dan analis senior Fox News, dikenal punya pengaruh besar pada presiden. Seminggu terakhir, ia sering muncul di media, seolah menyiapkan landasan untuk aksi angkatan laut.

MEMBACA  Industri perjalanan bangun untuk anggaran tahunan sebesar $259 miliar milik orang tua hewan peliharaan saat hotel, restoran, dan tur memperhatikan teman empat kaki kita.

Dini hari Minggu, Trump memperkuat arah kebijakan ini dengan membagikan tautan artikel di Truth Social yang menyorot blokade angkatan laut sebagai alat tekanan utama — beberapa jam sebelum secara resmi memerintahkan langkah tersebut.

Analis angkatan laut mencatat bahwa USS Gerald Ford, yang memimpin penyitaan kapal tanker minyak yang disanksi di lepas pantai Venezuela tahun lalu — di mana 10 kapal disita — kini telah kembali ke wilayah itu setelah perbaikan di Kroasia.

Digambarkan sebagai “platform tempur paling mumpuni dan mematikan di dunia,” kapal induk ini dan gugus tempurnya kini bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang beroperasi di Laut Arab.

Artinya, AS punya aset angkatan laut yang cukup untuk menegakkan blokade yang baru diumumkan.

3. Mengubah Pola Lalu Lintas Maritim

Rebecca Grant, pakar keamanan nasional di Lexington Institute, mengatakan pekan lalu bahwa “akan sangat mudah bagi Angkatan Laut AS untuk mengendalikan sepenuhnya apa yang masuk dan keluar Selat sekarang.

“Jika Iran bersikap keras kepala, Angkatan Laut AS dapat melakukan pengawasan intensif di atas perairan… dan mengawasi semua yang masuk-keluar Selat.”

Bahkan sebelum pengumuman resmi, tekanan pada pelayaran sudah mulai mengubah pola lalu lintas maritim.

Tinjauan singkat pada situs pelacakan maritim menunjukkan bahwa, di bawah tekanan dari Teheran, muncul rute pelayaran baru masuk-keluar Teluk Arab. Kapal-kapal sekarang berlayar di sepanjang pesisir Iran dan melewati dekat Pulau Qeshm, alih-alih melalui jalur tengah Selat Hormuz.

Tapi, banyak kapal justru diam saja, berkumpul di lepas pantai UEA di dalam Teluk atau dekat Fujairah di Teluk Oman.

Organisasi Maritim Internasional di London semakin khawatir dengan keselamatan sekitar 20.000 pelaut yang efektif terjebak di Teluk. Ancaman dari Iran saja sudah menghentikan pelayaran, karena perusahaan asuransi menarik perlindungan untuk kapal yang melintasi Selat.

MEMBACA  Lakukan Dirimu Sendiri Kebaikan dan Tunda Membeli Google Pixel Sekarang - Itu Akan Berharga

Tinggalkan komentar