Dunia Politik Trump Siap Terlindungi Hukum Undang-Undang Kripto Baru, Kata Pakar Berpengaruh

Undang-Undang CLARITY, yang dirancang untuk memberikan kejelasan regulasi bagi industri kripto, telah diperjuangkan di Kongres selama beberapa tahun terakhir. Namun, Lee Reiners, seorang pengajar tetap di Duke University sekaliguws mantan pemeriksa bank di Federal Reserve New York, berpendapat bahwa undang-undang baru ini justru akan menghilangkan perlindungan hukum sekuritas bagi konsumen terhadap token kripto seperti WLFI milik World Liberty Financial yang berafiliasi dengan Trump. Pernyataan tersebut muncul dalam sebuah tulisan blog baru yang terbit Jumat lalu. Di dalamnya, Reiners juga mengklaim bahwa WLFI saat ini berstatus sebagai sekuritas tak terdaftar, sementara SEC (Bursa Efek Amerika Serikat) tidak lagi memiliki integritas yang diperlukan untuk menegakkan hukum.

.

Reiners membangun argumennya bahwa WLFI berfungsi sebagai “sekuritas tidak terdaftar” dengan menerapkan tes *Howey*, sebuah kerangka hukum dari Mahkamah Agung tahun 1946. Menurut tes ini, sebuah kontrak investasi dianggap sebagai sekuritas bila melibatkan Investasi duit dalam suatu “perusahaan bersama” dengan harapan keuntungan yang wajar, dan di mana imbal hasil terutama tergantung pada upaya pihak lain. LAngkah-langkah dalam tolak ukur tersebut Reiners urai hadirkan berdasaran fakta yang dia ambil dari kertas putih (*globdoc / White Pertamina*) milik World Liberty Financial, data penjualan token bro*tasiwan stok*, bahan promauction marketing.

<-->Bukti-bukti pendukung yang dia sorot mejnjepluti; World Liberty jeal Lomp Menggunakan PembklLST. Lantang menerusk **–insed; pembelian WLFI(, itu Hnyaijina Ijinil dibelngun Bangboontraans 🙂 ( BtH = Boosting)..Kembalis k logika un“****tok…”itu bal3 of [kuant/mx]*:]]*. Dan (Coingecko__).

MEMBACA  Uninstaller perangkat lunak gratis terbaik tahun 2025: Diuji oleh para ahli

Therefore: text J9+ ak <--- punya satu edit...It's ini dit **wE write sem*/ the point S?

Tinggalkan komentar