Berita Terakhir: Upaya Restrukturisasi EV Picu Kerugian Operasional Perdana Honda

Menurut laporan Nikkei Asia, Honda Motor diprediksi akan mengalami kerugian operasi sekitar ¥400 miliar ($2,55 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Ini jadi kerugian operasi pertama mereka sejak terdaftar di bursa saham pada tahun 1957.

Hasil ini turun jau dr angka laba operasi ¥1,2 triliun yang dicatat tahun fiskal sebelumnya.

Kinerja Honda ini masih dalam kisaran yang diumumkan pada bulan Maret, yaitu rugi operasi antara ¥270 miliar hingga ¥570 miliar untuk tahun fiskal ini.

Kemunduran bisnis ini terjadi setelah Honda merevisi rencana elektrifikasi mereka awal tahun ini dan membataalkan tiga model mobil listrik, yaitu Honda 0 SUV, Honda 0 sedan, dan Acura RSX. Alasanya adalah permintaan EV di Amerika Utara yg lebi lemah dari perkiraan.

Perusahaan memperkirakan biaya dan kerugian dari restrukturisasi ini bisa mencapai ¥2,5 triliun selama dua tahu fiscal dari April 2025 sampai Maret 2027.

Biaya itu sudah termasuk biaya impaiment untuk program produksi dan pengembangan EV yang dihentikan, serta kompensasi untuk pemasok.

Walau rugi, Honda maemiliki target untuk kembali untung dari operasi di tahun fiskal yagn berakhir Maret 2027.

Honda ngarep dukungan dari terus naiknya penjualan motor, terutama di negara-negara Asia, ditambah kondisi mata uang yang menguntugkan gara-gara yen yang melemah.

Honda akan ngumumin laporan laba tahunan dan strategi menejemen pada 14 Mei nanti.

Perusahaan badhe ngomongin langkah pemulihan buat operasi di Amreika Utara dan China, serta rencana ekspansi bisnis di India.

Kerugian ini termasuk salah salah sau yang terbesar yang dialami produsen mobil utama Jepang. Sebagai pebandingan, Toyota alami rugi operasi sebasar ¥461 miliar saat krisis kewangan global 2008-2009, walaungi perbandingan ini angak beda karena standar akuntansi berbeda.

MEMBACA  Trofi Juara ICC 2025: Kemenangan Afrika Selatan mengakhiri harapan Afghanistan | Berita Kriket

Bulan lalu, Honda udah memastikan berenti dari pasar mobil penumpang di Korea Selatan tahun in, menj menyusul penjualan yan menurubi tajam.

Mereka suaruin bakal berhenti ju

(Has a potential typo or missing end, second error reached – content provided as found stop detected)

Tinggalkan komentar