Keputusan Beralih ke IPL Akibatkan Muzarabani Dilarang Bermain di PSL Selama Dua Tahun

Muzarabani semula setuju bergabung dengan Islamabad United, namun perpindahannya ke Kolkata Knight Riders India berujung pada larangan dari kriket Pakistan.

Diterbitkan Pada 14 Apr 202614 Apr 2026

Blessing Muzarabani telah dijauhikan dari Pakistan Super League (PSL) selama dua tahun setelah pelempa cepat Zimbabwe tersebut bergabung dengan tim Liga Premier India (IPL), Kolkata Knight Riders, meskipun sebelumnya telah menyetujui untuk bermain bagi tim PSL, Islamabad United.

Pemain berusia 29 tahun itu, yang tidak terjual dalam lelang IPL dan PSL, sempat dikontrak oleh Islamabad, namun ia memilih untuk bermain untuk Kolkata sebagai pengganti Mustafizur Rahman yang dirilis setelah instruksi dari Dewan Kriket India (BCCI).

Rekomendasi Cerita

daftar 4 itemakhir daftar

IPL dan PSL telah diselenggarakan hampir bersamaan sejak tahun lalu, sehingga mustahil bagi pemain internasional untuk berpartisipasi dalam kedua liga tersebut.

“Meskipun terdapat penawaran jelas dan penerimaan tanpa syarat atas ketentuan esensial, pemain memilih untuk mengabaikan kewajiban ini demi kesepakatan yang bertentangan,” demikian pernyataan Dewan Kriket Pakistan (PCB) pada Selasa.

“Upaya untuk menarik diri dari komitmen semacam itu tanpa alasan yang sah merupakan pelanggaran terhadap kewajiban kontraktual dan prinsip itikad baik yang mengatur olahraga profesional global.”

Pemain bowler Afrika Selatan, Corbin Bosch, yang tahun lalu menolak Peshawar Zalmi untuk bermain bagi Mumbai Indians di IPL, telah dilarang dari PSL selama satu tahun.

Pemain kriket Pakistan belum lagi tampil di IPL sejak 2008, ketika 12 pemain dipilih oleh lima franchise.

Pasca serangan di Mumbai tahun 2008, liga India tidak lagi merekrut pemain dari seberang perbatasan barat akibat ketegangan geopolitik.

Sempat muncul kekhawatiran bahwa pemain Pakistan tidak akan terpilih untuk bermain di The Hundred milik kriket Inggris, mengingat jumlah tim yang berada di bawah kepemilikan India.

MEMBACA  Microsoft berjanji untuk berinvestasi sebesar $4.3 miliar di puncak ‘Choose France’ Macron.

Namun, kekhawatiran itu terbantahkan ketika Abrar Ahmed dikontrak oleh Sunrisers Leeds yang dimiliki India untuk kompetisi tahun ini.

Meski demikian, langkah itu memicu kecaman keras di media sosial, sementara mantan pemain kriket India yang kini menjadi komentator, Sunil Gavaskar, menyatakan perekrutan Abrar “secara tidak langsung berkontribusi pada kematian prajurit dan warga sipil India”.

Tinggalkan komentar