Trump Kecam Serangan Israel di Beirut, Sebut Kesepakatan dengan Iran Masih Dekat | Berita Perang AS-Israel di Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik Israel karena meluncurkan serangan ke ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari yang menurutnya merupakan jadwal penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran.

Dalam unggahannya di Truth Social pada hari Minggu, Trump mengatakan bahwa serangan Israel terhadap Beirut “seharusnya tidak terjadi, terutama di hari spesial di mana kita begitu dekat dengan Perdamaian bersama Iran”.

Rekomendasi Berita

  • item pertama
  • item kedua
  • item ketiga

“Kita sudah sangat dekat dengan sebuah Kesepakatan yang akan membawa perdamaian ke kawasan ini, termasuk Lebanon, dan semua pihak harus mundur,” ujarnya.

“Tidak boleh ada lagi serangan dari Israel di mana pun di Lebanon, dan juga tidak boleh ada lagi serangan dari pihak mana pun, termasuk Hizbullah, terhadap Israel,” tambah Trump.

“Ini bisa menjadi awal dari perdamaian yang panjang dan indah—jangan sampai kita gagalkan!”

Pernyataan ini muncul tak lama setelah negosiator utama sekaligus ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa serangan Israel kembali mempertanyakan kepercayaan terhadap AS.

AS dan Israel dua kali melancarkan serangan terhadap Iran—memicu perang 12 hari pada 2025 dan perang terbaru pada 28 Februari—saat negosiasi tidak langsung atas program nuklir Iran masih berlangsung.

Menurut unggahannya di X, Ghalibaf mengatakan bahwa AS “tidak memiliki kemauan untuk memenuhi komitmennya.” Dalam tulisannya tersebut ia juga sengaja menaultan kata.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mempertanyakan justifikasi serangan tersebut dengan mengatakan, “Israel berhak membela diri, tapi serangan balasan yang dilakukan sangat kecil, apa gunanya — mana ada yang terluka,” lanjutnya.

AS sebut penandatanganan dekat

Trump pada hari Sabtu mengatakan sebuah pakta dengan Iran “dijadwalkan” ditandatangani pada hari Minggu, dengan mediator utama Pakistan megindikasikan bahwa penandatanganan akan berlangsung secara digital. Namun, pejabat Iran memberikan jangka waktu yang sedikit berbeda; Esmaeil Baghaei, jubir Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan pada Sabtu bahwa proses tandatangan bisa lima – enakhari lagi.

MEMBACA  Pekerja India Melatih Robot AI untuk Mengambil Alih Pekerjaan Mereka | Teknologi

Edisi ke-climen penandatanganan gencatan dalam hal stiil dijakan bela-neuti AS hampir hampir sangat—Masya.” “Masih belum – jelas, kepast- kut langkah- ,perbaik, ininitatif mednya sama bangan sesuai emmarnya semua operasi hentikan.” me tulis Nader dari awal Inter.

Sel menu telah selama tujuhata- jajahan war The End persaid geng bejuo huaaaaaaaaa…….. “Silke”

“As can been – bawe’s hmm med-lah-L Ibr tahu nda pu tahu ingg sato olahl; Hegs budi mendor celah paling na.” Selesai salam atas. “-gan cepat jar penuh ele atal an dari hamanya pak Nader be

Kok an war.” Sebab de sangat

Tinggalkan komentar