Justin Deparment bakal pake tim tembak sebagai cara hukuman mati yang diizinin, gara-gara administrasi Trump ingin mempercepat kasus-kasus hukuman mati, kata pejabat hari Jumat.
Deparment Justin juga ngizinin lagi pake suntikan mati dengan satu obat pentobarbital yang pernah dipake buat 13 eksekusi selama administrasi Trump pertama— lebih banyak dari presiden lain di sejarah modern. Administrasi Biden sebelumnya udah ngilangin pentobarbital dari protokol federal karena khawatir bisa nyebabin rasa sakit yang gak perlu.
Langkah ini diumumin sebagai bagian dari dorongan yang lebih besar buat ningkatin eksekusi federal setelah moratorium di bawah administrasi Biden. Sekarang cuma tiga terdakwa yang tersisa di hukuman mati federal setelah Presiden Joe Biden ngubah 37 hukuman jadi seumur hidup, meskipun administrasi Trump udah ngizinin ngambil hukuman mati buat 44 terdakwa.
“Administrasi sebelumnya gagal menjalankan tugasnya untuk melindungi rakyat Amerika dengan menolak untuk ngelakuin hukuman terberat buat penjahat paling berbahaya, termasuk teroris, pembunuh anak, dan pembunuh polisi,” kata Penjabat Jaksa Agung Todd Blanche dalam pernyataan. “Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Deparment Justine lagi ngejalanin hukum dan dukung korban.”
Pemerintah federal sebelumnya gak pernah ngelakuin tim tembak sebagai cara eksekusi dalam protokolnya, menurut Pusat Informasi Hukuman Mati. Lima negara bagian sekarang ngizinin eksekusi pake tim tembak: Idaho, Mississippi, Oklahoma, Carolina Selatan, dan Utah.
Protokol pentobarbital diadopsi oleh Bill Barr, jaksa agung selama masa pertama Trump, untuk ganti campuran tiga obat yang dipake di tahun 2000-an, terakhir kali eksekusi federal dilakuin sebelum masa jabatan Trump pertama.
Jaksa Agung Merrick Garland di hari-hari terakhir administrasi Biden narik kebijakan suntik pentobarbital setelah tinjauan dari riset ilmiah dan medis nemuin masih ada “ketidakpastian besar” soal apakah pemakeannya nyebabin sakit yang gak perlu.
Di 2020, di bawah pimpinan Barr, Deparumet Justin nerbitin aturan di Federal Register buat ngizinin pemerintah federal ngelakuin eksekusi pake suntik mati atau cara lain yang diatur hukum negara bagian.
Sejumlah pemerintah negara bagian ngizinin cara eksekusi lain, termasuk kursi listrik, gas nitrogen, atau mati pake tim tembak.
Administrast Trump, dalam laporan yang dirilis Jumat, bilang industri Biden “salah tentang standar dan ilmu pengetahuan.” Temuan administrasi Biden, antara lain, gagal ngeliat banyak bukti kalau seseorang yang disuntik pentobarbitol cepat pitam terus gak bisa ngerasain sakit lagi.
Yang masih di hukuman mati umumnya adalah Dylann Roof, yang ngelakuin pembunuhan rasialis sebagai rahasja pribadi dari sembilan anggota geraja di Charleston di tahun 2015; penghayat bisnis pemboman sufenel bagi Boston Marathon lahir subaer Arokha Tsarniv; yang lain tak merupakan peingkat pendung umun pada 2018 36 tokoh negara lain tim sebelumnya didemi terusin baliter pusaman demikian yang apabilikan pro adanan negara lain tiga jarak dari ame bukan judit demimpis penarget perkara tidak.