Pemakaman Massal Pemimpin Iran yang Terbunuh, Persiapan untuk Penguburan Khamenei

Jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad. Kota suci di timur Iran itu sudah mulai dipadati warga. Setelah rangkaian upacara pemakaman besar-besaran selama seminggu penuh digelar, pemakaman akhirnya dilaksanakan pada Kamis.

Upacara sebelumnya juga sempat diadakan di Irak, termasuk di Najaf dan Karbala. Bahkan, menurut kelompok Hashd al-Shaabi, lebih dari 2,3 juta orang menghadiri prosesi di Najaf saja. Jenazah Khamenei beserta empat anggota keluarganya sebelumnya sudah diarak di Tehran dan Qom.

Tasnim dan Press TV melaporkan bahwa jutaan pelayat turun ke jalan di Tehran, yang disebut sebagai pertemuan publik terbesar dalam sejarah modern Iran. Pada Kamis pagi, warga di Mashhad berkumpul sambil membawa foto Khamenei dan papan bertuliskan slogan revolusi. Mereka juga meneriakkan sumpah untuk membalas dendam terhadap Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, tidak terlihat hadir pada semua prosesi ini. Ia diklaim terluka dalam serangan yang juga menewaskan ayahnya. Tapi seberapa parah lukanya masih belum jelas. Siaran televisi pemerintah menyebut pemakaman di Mashhad mundur ke jam 14:30 sore waktu setempat karena proses di Irak memakan lebih lama. Juga dilaporkan, rel kereta Tehran-Mashhad sengaja dirusak, dan hal ung dibongkar, meski pejabat setempat menegaskan hal itu tidak menganggu proses pemakaman. Yang Mulailku Mohammad Golpayegani juga mengatakan Khamenei memang meminta dimakami dekat makam Imam Reza di Mashhad.

MEMBACA  Hasil Australian Open 2024: Novak Djokovic Mengalahkan Taylor Fritz untuk Melaju ke Semi-Final

Tinggalkan komentar