Suami Peter Thiel Gugat Pramugari yang Tuduhnya Melecehkan di Jet Pribadi

Pesan jet pribadi milik Peter Thiel dan keluarganya punya dua kamar mandi. Tapi pada 13 Juli 2024, anehnya, keduanya tidak bisa dipakai. Satu di belakang jet penuh dengan koper. Satunya lagi, menurut dokumen pengadilan, dipakai buat nyimpen tas pendingin yang berisi makanan dan perlengkapan dapur. Kejadian setelahnya jadi soal gugatan federal, lengkap dengan tuduhan penyerangan, juga sengketa soal kompensasi pekerja, dan apakah perjanjian kerahasiaan bisa menghalangi mantan pramugari untuk menggugat suami salah satu orang terkaya di dunia.

Stefanie Bojar, pramugari yang jadi pusat sengketa ini, bekerja buat Solairus Aviation—yang nggak segera menanggapi permintaan komentar—tapi dia sudah menangani lebih dari 200 penerbangan untuk Thiel dan suaminya, Matthew Danzeisen. Dalam penerbangan bulan Juli itu, Bojar bilang Danzeisen—yang juga kepala investasi pribadi di Thiel Capital—mendorongnya dan melempar beberapa tas pendingin berat ke arahnya. Akibatnya, dia terbentur dinding pesawat dan jatuh terkulai di lantai kabin. Dia mengaku tindakan Danzeisen itu bikin cedera serius di pergelangan kaki dan lututnya.

Danzeisen bilang dia cuma lagi membersihkan tas dari kamar mandi biar salah satu anaknya bisa pakai. Paling lepas, kata dia, salah satu tas nggak sengaja nyenggol kaki Bojar.

(Seperti klaim lain di cerita ini dari Bojar dan Danzeisen, pernyataan ini dibuat dalam dokumen pengadilan.)

Bulan Mei lalu, Danzeisen lebih dulu menggugat Bojar di Pengadilan Distrik California bagian Selatan—setelah, katanya, dia mengirim “surat tuntutan” beberapa bulan sebelumnya. Salah satu pengacara Bojar, Elliott Jung, bilang ke WIRED surat itu cuma usaha buat menyelesaikan masalah di luar pengadilan. Tapi gugatan Danzeisen menyebut Bojar sedang menjalankan “kampanye pemerasan” terhadap dia dan suaminya. Dalam gugatan itu, Danzeisen menyebut Bojar sebagai mantan pramugari dengan karier buruk, menuduhnya meluncurkan “kampanye pencemaran nama baik” dan melanggar perjanjian kerahasiaan. Dia juga minta pengadilan memberlakukan semacam perintah diam dan memberikan ganti rugi nyata serta hukuman.

MEMBACA  Saya menemukan dompet AirTag yang fungsional, relatif terjangkau, dan terlihat fantastis

Bojar membantah tuduhan itu dalam gugatan balik yang diajukan Selasa kemarin. Dia menambahkan Thiel Capital sebagai tergugat dan menuduh adanya pemukulan, penyerangan, tekanan psikologis, dan pengawasan yang lalai. Dia menolak gambaran kariernya sebagai “buruk”, dan bilang staf Thiel Capital ikut membantu mengelola akun penerbangan pribadi tempat dia bekerja. Mereka, kata dia, tahu atau seharusnya tahu soal kelakuan Danzeisen terhadap awak pesawat dan gagal turun tangan sebelum atau setelah insiden Juli 2024 itu.

Dalam wawancara, pengacara Bojar menyebut gugatan awal Danzeisen sebagai “taktik pembully-an” yang dirancang buat mengintimidasi mantan pramugari yang terluka di pesawat.

“Hanya karena kamu punya uang,” kata Jung, “bukan berarti kamu punya hak buat menyakiti orang lain.”

“Ini pemerasan soal sebuah tas yang menyenggol kaki seseorang, dan kami gak akan bayar untuk pemerasan semacam itu,” kata Alex Spiro, pengacara Danzeisen, dalam sebuah pernyataan. “Jadi kita akan temu di pengadilan.”

Menurut kedua dokumen, penerbangan ini dijadwalkan dari Sun Valley, Idaho, ke Washington, DC, pada 13 Juli 2024. Kebetulan hari yang sama Donald Trump selamat dari percobaan pembunuhan dalam kampanye di Butler, Pennsylvania. Tapi pesawat itu punya masalah penyimpanan yang parah.

Bojar bilang asisten pribadi Thiel bilang ke awak bahwa bagasi keluarga akan datang dalam dua kiriman, bikin proses memuat bagasi yang biasa jadi kacau. Tanpa bantuan darat, Bojar, pilot, dan kopilot harus memuat dan mengatur tas-tas itu sendiri.

Saat keluarga Thiel naik ke pesawat, kabinnya sudah penuh rapat. Menurut dokumen Bojar, barang kelebihan bagasi menghalangi kamar mandi belakang, sementara kamar mandi depan dipake buat penyimpanan luapon ekstra buat tas pendingin dan perlengkapan tuan rumah priburi tamu.

MEMBACA  Tanggapan Josh Johnson di 'Daily Show' terhadap vonis Mahkamah Agung AS tentang UU Hak Pilih, wajib ditonton

Tinggalkan komentar