HSBC Luncurkan Seruan Wall Street Terberani untuk Saham Intel

Saham Intel (INTC) kembali menjadi perhatian utama Wall Street setelah HSBC menaikkan target harga sahamnya sebesar 100% menjadi $200, yang merupakan target tertinggi di pasar. Pialang saham ini tetap merekomendasikan "Beli", dengan alasan mereka optimis terhadap perkembangan positif segmen CPU server dan bisnis pengecoran chip yang belum sepenuhnya diperhitungkan. Harga saham INTC sudah naik lebih dari 470% dari titik terendahnya dalam 52 minggu terakhir.

HSBC percaya bahwa Intel akan diuntungkan oleh beberapa tren. Saat ini, pengeluaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) semakin cepat. Meskipun Nvidia (NVDA) mendominasi di bidang unit pemrosesan grafis (GPU) untuk AI, pengeluaran untuk CPU, kemasan canggih, dan kapasitas produksi semikonduktor juga menjadi bagian penting dari rantai pasokan AI. HSBC yakin Intel bisa mendapat manfaat dari ketiga tren ini.

Tentang Saham Intel

Intel Corporation adalah salah satu perusahaan semikonduktor terbesar. Mereka memproduksi prosesor untuk PC, server, perangkat jaringan, dan beban kerja AI. Intel juga semakin sering membuat chip untuk pelanggan lain melalui Intel Foundry Services. Perusahaan ini berkantor pusat di Santa Clara, California, dan saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $614 miliar.

Meskipun harga sahamnya sedikit turun minggu lalu, dan hari ini turun lebih dari 10%, INTC tetap menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik di pasar selama setahun terakhir. Pada harga saat ini sekitar $108, saham ini naik sekitar 478% dari titik terendah 52 minggunya di $18,97. Namun, saham ini masih tertinggal sekitar 23% dari titik tertinggi 52 minggunya di $142,35. Kinerja saham yang bagus ini didorong oleh harapan akan kebangkitan Intel setelah penunjukan Lip-Bu Tan sebagai CEO.

MEMBACA  Kontrak Layanan Produksi Danos Diberikan di Fasilitas Shenandoah

Akan tetapi, valuasi saham saat ini sudah mencerminkan ekspektasi yang tinggi. Perusahaan diperdagangkan pada sekitar 190 kali laba masa depan dan 11,4 kali penjualan. Angka ini jauh di atas tingkat historis untuk perusahaan semikonduktor yang terdiversifikasi. Angka kelipatan ini menunjukkan bahwa pasar mengharapkan perusahaan mengalami peningkatan laba yang signifikan di tahun-tahun mendatang. HSBC berpendapat bahwa perkiraan konsensus para analis terlalu konservatif karena tidak mempertimbangkan bisnis pengecoran chip Intel.

Intel Catatkan Laba Lebih Baik

Laporan laba kuartalan terbaru Intel terus mendukung narasi manajemen perusahaan. Di kuartal pertama 2026, Intel melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7% dibandingkan tahun lalu menjadi $13,6 miliar. Laba per saham non-GAAP naik lebih dari dua kali lipat menjadi $0,29, dibandingkan dengan $0,13 di kuartal yang sama tahun lalu. Margin kotor juga lebih tinggi, yaitu 41,0% berdasarkan non-GAAP, karena efisiensi operasional yang meningkat.

Intel memperkirakan pendapatan kuartal kedua antara $13,8 miliar dan $14,8 miliar, dengan laba per saham non-GAAP sekitar $0,20. Meskipun panduan ini menunjukkan sedikit perlambatan, manajemen tetap optimis tentang permintaan infrastruktur AI di masa depan. CEO Lip-Bu Tan mengatakan bahwa gelombang AI berikutnya akan semakin bergantung pada CPU, kapasitas produksi wafer, dan teknologi pengemasan canggih, bukan hanya akselerator GPU.

HSBC percaya bahwa peluang Intel jauh lebih besar dari yang diketahui pasar saat ini. Misalnya, analis Frank Lee menaikkan perkiraan pertumbuhan pengiriman CPU server untuk 2026 dari 20% menjadi 25%, sementara untuk 2027 diperkirakan sebesar 30%. Selain itu, HSBC memproyeksikan pendapatan divisi Pusat Data & AI tahun 2026 sebesar $24,1 miliar, 4% lebih tinggi dari perkiraan konsensus Wall Street. Perkiraan pendapatannya untuk tahun 2027 adalah $33 miliar, yang 20% lebih tinggi dari perkiraan konsensus.

MEMBACA  Australia bersemangat untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintahan Indonesia yang baru

Yang lebih penting lagi, HSBC semakin percaya diri dengan bisnis pengecoran chip Intel. Untuk pertama kalinya, perusahaan ini memasukkan Intel Foundry Services ke dalam model valuasinya. Meningkatnya permintaan akan kapasitas produksi semikonduktor alternatif, ditambah dengan pembatasan pada kemampuan pengemasan canggih, bisa menjadi pendorong laba yang besar. Intel telah memenangkan kontrak dengan pelanggan pengecoran chip seperti Apple (AAPL) dan Terafab, serta sedang melakukan diskusi dengan Google (GOOG, GOOGL) dan Nvidia. HSBC juga menyoroti teknologi pengemasan EMIB milik Intel yang memiliki potensi skala yang lebih besar. Menurut analisis sensitivitas, adopsi EMIB yang lebih luas saja bisa menambah 23% pada laba per saham Intel tahun 2028 dibandingkan dengan skenario dasar.

Apa Kata Analis tentang Saham INTC?

Para analis saham memberikan peringkat "Moderate Buy" untuk INTC. Rata-rata target harga saham ini adalah $102,87, Bandingkan dengan target tertinggi dari HSBC yaitu $200. Melihat harga saham saat ini di sekitar $108, target rata-rata $102,87 menunjukkan potensi penurunan sekitar 5%.

Tinggalkan komentar