Mahkamah Agung Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Undang-Undang Hak Pilih (VRA) pada Rabu lalu, melalui sebuah putusan yang memiliki implikasi besar terhadap diskriminasi rasial. Secara spesifik, mayoritas hakim konservatif memutuskan bahwa peta kongres Louisiana, yang memiliki dua distrik dengan mayoritas penduduk kulit hitam, merupakan “gerrymander rasial yang inkonstitusional” dan harus digambar ulang. Undang-undang yang berusia 60 tahun ini, sebagaimana digambarkan Guardian, “telah berfungsi sebagai perisai utama bagi pemilih minoritas di negara-negara bagian Selatan yang terus-menerus menolak memberikan pengaruh politik yang setara,” dan telah memperjuangkan hak pemilih kulit hitam untuk mendapatkan “kekuatan elektoral yang proporsional.” Setelah putusan Rabu lalu perisai ini telah lenyap.
The Daily Show Melalui Josh Johnson, segmen yang ditayangkan pada Kamis malam lalu memberikan respons terhadap putusan tersebut dan sayang sekali jika dilewatkan.
“Jelas sekali, Mahkamah Agung tidak secara terang-terangan menyatakan bahwa negara bagian boleh bersikap rasis. Hakim Palpatine tidak sebodoh itu, bukan? Mereka memainkannya dengan jauh lebih halus,” ujarnya seraya mencatat bahwa Hakim Samuel Alito berpendapat bahwa negara bagian hanya melanggar VRA apabila “bukti mendukung kesimpulan kuat bahwa negara bagian dengan sengaja menggambar distrik-distriknya untuk memberikan lebih sedikit kesempatan kepada pemilih minoritas karena ras mereka.”
“Jadi, untuk diperjelas, bagi Alito, sebuah peta belum bisa disebut rasis kecuali orang yang menggambarnya selesai lalu berkata, ‘Astaga, aku ini rasis,'” kata Johnson berckomentar.
“Rasanya seperti kita sedang mundur ke belakang. Orang-orang dari tahun 60-an di TV hitam-putih bilang, ‘Wah, negara ini cukup rasis. Kita harus mengesahkan undang-undang.’ Dan sekarang orang-orang yang menghancurkan undang-undang itu justru datang dari masa kini, dalam kualitas 4K,” lanjutnya.
“Kita tidak perlu berpura-pura di sini,” pungkas Johnson. “Pada akhirnya, kita semua tahu bahwa keputusan ini bukanlah tentang melangkah maju melampaui isu ras. Ini adalah mayoritas Mahkamah Agung yang memberikan kemenangan telak kepada Partai Republik. Saya tahu itu. Anda tahu itu, dan Partai Republik pasti tahu itu karena pemimipin mereka sendiri mengatakannya dengan lantang.”
Ingin lebih banyak konten terbaik dari acara malam? Daftarkan diri Anda untukĀ buletin Top Stories Mashable.