Presiden Trump hari ini mengundang kepala Bursa Efek New York dan Nasdaq ke Gedung Putih. Acara ini untuk meresmikan akun investasi anak yang disebut Trump Accounts. Akun ini sudah mulai berlaku sejak 4 Juli.
Pejabat dari bursa akan membunyikan bel pembukaan langsung dari Gedung Putih. Ini adalah momen simbolis untuk menunjukkan bahwa pasar saham terbuka untuk membangun kekayaan jangka panjang bagi semua orang.
Trump Accounts adalah IRA tradisional untuk anak di bawah 18 tahun. Akun ini milik anak, tetapi dikelola oleh orang tua atau wali. Investasi hanya terbatas pada dana indeks dan ETF murah yang mengikuti indeks saham AS seperti S&P 500. Tidak ada penarikan uang sebelum anak berusia 18 tahun.
Warga AS yang lahir antara 2025 dan 2028 memenuhi syarat untuk mendapat sunbangan awal $1.000 langsung dari Departemen Keuangan AS.
McKinsey memperkirakan dalam studi baru bahwa Trump Accounts bisa menghasilkan antara $80 miliar hingga lebih dari $900 miliar untuk akumulasi aset rumah tangga berpenghasilan rendah dalam sepuluh tahun ke depan.
Namun, momen yang dipublikasikan secara luas ini memiliki tantangan besar untuk menjadi alat pembangun kekayaan bagi banyak rumah tangga AS.
Perpindahan ekonomi sering dikaitkan dengan pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Tapi hal ini juga dipengaruhi oleh kepemilikan aset dan bagaimana aset itu dikelola dari waktu ke waktu.
Menurut McKinsey, 40% hingga 50% anak di AS lahir di keluarga berpenghasiilan rendah atau rentan. Pada waktu yang sama, perpindahan pendapatan antargenerasi sudah menurun.
McKinsey menemukan, sekitar 90% warga AS kelahiran 1940 berpenghasilan lebih besar dari orang tua mereka. Tapi ini hanya terjadi pada 50% orang kelahiran 1980-an.
Kesenjangan kekayaan di Amerika Serikat masih sangat mencolok.
25% rumah tangga terbawah memiliki sedikit kekayaan, dengan total median kekayaan hanya $3.500 dan kepemilikan aset keuangan yang terbatas. Rumah tangga di persentil ke-75 hingga ke-89,9 memilik lebih dari $1 juta. Perbedaan ini mencerminkan akses yang tidak merata ke aset yang terus terkumpul dan berkembang biak sealing waktu.
Agar Trump Accounts berhasil, rumah tangga berpenghasilan rendah harus ikut berpartisipasi. Jika tidak, akun-akun ini malah bisa menumpuk bagi keluarga kaya dan memperlebar kesenjangan kekayaan di masa depan.
McKinsey berkata, ”Jika polanya tidak merata dan hanya rumah tangga kaya yang berpartisipasi dan menyetorkan uang, maka akumulasi aset akan lebih menguntungkan mereka.”