Saham Micron Jatuh ke Level Tak Terduga

Salah satu saham paling panas di tahun 2026 terus mengalami penurunan dari kenaikan yang luar biasa.

Saham Micron (MU) sudah turun 22% setelah mencapai harga tertingginya setelah laporan laba dan prospek kuat pada 24 Juni. Anehnya, saham ini sekarang lebih rendah dari posisinya sebelum laporan laba yang bagus itu.

“Kalau saham yang punya momentum kuat tidak bisa naik lagi meskipun ada kabar bagus, investor yang memegang saham ini harus waspada. Faktor momentum harga sekarang sudah menjadi perdagangan yang sangat ramai dan banyak diikuti,” kata seorang analis strategi dari 22V Research, Jeff Jacobson, dalam catatan barunya.

Jacobson menambahkan, “Banyak spekulasi tentang kenapa saham-saham ini mulai turun belakangan ini. Apakah karena berita Meta minggu lalu yang bilang pembangunan pusat data mereka mungkin tidak terus sesuai rencana, atau berita Apple yang menyebut mereka mungkin akan membeli chip memori dari China yang dilarang buat menghemat biaya. Semua saham di grup ini jadi terkena tekanan jual yang besar.”

Tapi sepanjang tahun ini, saham Micron masih naik sangat panas, yaitu 250%, dan ada alasannya.

Paket belanja besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI) di Amerika juga menguntungkan SanDisk dan Micron serta perusahaan chip memori lainnya. Raksasa teknologi besar seperti Amazon terus bangun pusat data AI. Akibatnya, permintaan chip memori jadi sangat tinggi. Chip ini berfungsi untuk menyimpan dan memindahkan data untuk model AI butuh jumlah data besar supaya bisa berjalan maksimal.

Memori sudah menjadi bagian paling ketat di rantai pasok AI. Hal ini membuat perusahaan bisa menaikkan harga untuk meningkatkan untung.

Saham Micron sempat tembus kapitalisasi pasar US$1 triliun untuk pertama kali pada 26 Mei.

MEMBACA  Uni Eropa mengusulkan aturan yang lebih longgar untuk target emisi CO2 produsen otomotif

Analis dari Citi, dalam satu catatan pada Senin lalu, bilang pelemahan Micron setelah ini adalah momen untuk beli sahamnya. Mereka menaruh saham ini dalam daftar pantauan katalis untuk 90 hari ke depan.

“Kami perkirakan harga memori DRAM continues untuk terus naik,” kata Atif Malik, tim analis dari Citi.

Tinggalkan komentar