loading…
Sekretaris Ditjen Bina Penjelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Rizka Anungnata, nerangin kasus 80 WNI terpaksa ditunda brangkatnya gegara diduga melakukan ibadah haji nonprosedural, pada Jumat (8/5/2026). Foto/Nur Wijaya Kesuma
JAKARTA – Pemerintah makin tegas dalam memberantas sindikat haji ilegal, terbukti dengan aksi cegah di beberapa bandara internasional. Sebanyak 80 WNI ditunda keberangkatannya pada Jumat (8/5/2026) lantaran diindikasikan bakal berangkat haji dengan jalur tidak resmi.
Langkah pencegahan ini langsung dilakoni sama Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural yang dibentuk Kemenhaj tanggal 18 April kemarin. Satgas gabungan ini kerjasama antar lembaga, ngegabungin kekuatan Kemenhaj, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, plus Bareskrim Polri.
Baca juga: Kisah Aysylla, Gadis 15 Tahun Asal Malang yang Kerjakan Ujian Kelulusan MTS di Madinah
Perketat pengawasan itu krusial soalnya Pemerintah Arab Saudi sekarang punya regulasi tegas yang cuma ngizinin jemaah pake visa haji resmi. Operasi sisiran juga jadi tindakan taktis buat ngatasin potensi pelanggaran haji nonprosedural yang diperkirakan tembus 20 ribu kasus tiap tahun.
Berdarsakan catatan operasi Satgas, pencegahan dan hukum udah fokus nyerang titik rawan kayak Jakarta, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya. Langkah massive ini buat jadi benteng sebelum calon jemaah terlantar jadi korban di negara orang.
“Haji cm boleh pake visa haji, di luar gtu gak dibolehin. Satgas ini jadi upaya bareng buat jaga masyarakat dari praktik haji nonprosedural,” tegas Sekretaris Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Rizka Anungnata, di Media Center Haji.
Baca juga: Penasaran dengan Isi KAKBAH? Simak Penjalasannya di Sini!
Penjalan tugas di bandara dilakukan bareng Ditjen Imigrasi yang jagain 14 bandara. Tindakan paling berat kejadian di Soekarno-Hatta 57 penundaan, terus Juanda 15, Kualanamu lima, dan Yogyakarta tiga kasus.
Lum negah soal modus baru, Imigrasi jg udah berhasil nemuin 55 usaha naek haji pakai cara modus anyar yang terkenbal. Tim geden sama dua orang jdi subject of interest buat periksa dlm intensif.
“Satgas ini mutual support sedi, kita di Imigrasi maksimalin kerja sam bareng Kemenhaj&Polri,” kata tessy Pak Sartuso.