Keluhan Keamanan Pangan untuk Daging, Unggas, dan Telur Melonjak 40% ke Rekor Tertinggi pada 2025

Lembaga Layanan Keamanan dan Inspeksi Pangan (FSIS) di bawah USDA mencatat kenaikan keluhan keamanan pangan sebesar 40% pada tahun fiskal 2025, menurut laporan terbaru dari lembaga federal tersebut.

FSIS yang mengawasi produk daging, unggas, dan telur di AS menerima 2.016 keluhan, angka tertinggi sejak Sistem Pemantauan Keluhan Konsumen USDA didirikan pada 2001.

Keluhan keamanan pangan kepada FSIS untuk tahun fiskal 2025 (1 Oktober 2024–30 September 2025) meningkat 39,7% dibanding tahun fiskal 2024, yang mana hanya menerima 1.443 keluhan.

Lonjakan signifikan terakhir terjadi pada 2019, di masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, saat lembaga menerima 1.693 keluhan, naik dari 1.294 pada 2018.

**Grafik: USDA FSIS**

Laporan tahunan 2025 menunjukkan benda asing merupakan jenis keluhan paling umum, mencakup 35,7% dari total.

Menurut laporan, lima keluhan ke FSIS memicu penyelidikan yang berujung pada tindakan pengendalian produk:

  • Pada Mei 2025, Hormel menarik 256.185 pon produk semur daging kaleng yang berpotensi terkontaminasi serpihan kayu. Tiga keluhan diterima mengenai kayu yang ditemukan dalam semur tersebut. Penarikan produk Hormel lain yang melibatkan logam dalam produk ayam pada tahun yang sama bukan berasal dari keluhan ke FSIS.
  • Pada September 2025, Hillshire menarik 58.000.000 pon produk corn dog dan sosis tusuk yang berpotensi mengandung potongan kayu yang tercampur dalam adonan. Setidaknya ada lima luka-luka terkait penarikan tersebut.
  • Pada Juni 2025, King Tallow LLC menarik 353 pon lemak sapi (tallow) yang tidak diperiksa secara layak oleh USDA. Lembaga menerima keluhan anonim konsumen yang memicu penarikan itu.
  • Juga pada Juni 2025, Sulu Organics LLC menarik 6.166 pon produk lemak babi dan lemak sapi yang tidak diperiksa USDA. Pemberitahuan penarikan menunjukkan beberapa keluhan telah diterima.

Laporan itu juga menyebutkan “penyelidikan di pasar” yang “mengidentifikasi produk tanpa tanda inspeksi di satu toko ritel,” meski toko tersebut tidak disebutkan namanya.

“Di luar tindakan pengendalian produk ini, penyelidikan keluhan juga mendorong produsen untuk mengambil 85 tindakan sukarela, termasuk menilai ulang rencana HACCP, melatih ulang karyawan, dan menerapkan peralatan baru,” tulis lembaga dalam laporannya.

HACCP adalah singkatan dari Hazard Analysis and Critical Control Point, sebuah sistem untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya biologis, kimia, dan fisik dalam produksi pangan.

Pemerintah AS di bawah Presiden Trump berupaya melemahkan regulasi yang dirancang untuk menjaga keamanan pasokan pangan, termasuk berupaya menghapus apa yang disebut “persyaratan pengolahan usang” untuk produk daging dan unggas. USDA di bawah Menteri Pertanian Brooke Rollins mengusulkan peningkatan kecepatan jalur pemotongan ayam dari 140 ekor per menit menjadi 175, dan jalur kalkun dari 55 ekor per menit menjadi 60.

Lembaga itu juga mengusulkan penghapusan batas kecepatan untuk jalur pemotongan babi secara keseluruhan. Serikat pekerja di pabrik pengemasan daging menentang perubahan ini karena kekhawatiran jelas terhadap kesehatan dan keselamatan.

Persentase keluhan yang diajukan melalui formulir daring Sistem Pemantauan Keluhan Konsumen terus meningkat. Pada 2015, 48% keluhan diajukan daring, sementara 33% dilaporkan melalui saluran telepon khusus daging dan unggas. Pada 2025, 75% keluhan masuk melalui formulir pelaporan daring.

Keluhan dapat diajukan di situs web USDA FSIS, di mana pengguna akan dipandu melalui kuesioner untuk memastikan keluhan diajukan pada salurang yang tepat. FSIS tidak menginspeksi makanan di luar produk daging, unggas, dan telur.

MEMBACA  Samsung Klaim Galaxy Z Foldable Selanjutnya Jadi yang "Paling Tipis dan Ringan"

Tinggalkan komentar