Indonesia Tingkatkan Patroli Laut untuk Jaga Keamanan Maritim

Batam, Kepulauan Riau (ANTARA) – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia menjaga keamanan dan keselamatan maritim melalui tiga jenis patroli, termasuk kerjasama lintas batas untuk memperkuat hubungan di kawasan maritim Asia Tenggara.

Selain patroli mandiri yang dilakukan sepanjang tahun, Bakamla juga mengadakan patroli bersama dengan lembaga dalam negeri seperti TNI AL, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Polri, serta Bea Cukai dan Imigrasi.

Kepala Bakamla, Laksamana Muda Irvansyah, menyatakan bahwa patroli bersama ini dilakukan secara rutin setiap tahun di semua zona, dari barat, tengah, hingga timur.

“Karena kami sadar, masing-masing instansi tidak bisa berkerja sendiri. Jumlah aset patroli juga terbatas, jadi kolaborasi adalah kuncinya,” kata Irvansyah di sini pada Kamis.

Dalam hal kerjasama internasional, ia melanjutkan, Indonesia juga mengadakan patroli bersama dengan negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam.

Kerjasama ini diperkuat melalui Forum Penjaga Pantai ASEAN (ASEAN Coast Guard Forum/ACF), yang diprakarsai oleh Bakamla Indonesia untuk menyatukan semua penjaga pantai di kawasan Asia Tenggara.

“Forum ini sudah berjalan sejak 2022, dengan Bakamla sebagai inisiator. Kami ingin semua negara ASEAN bekerjasama menjaga keamanan dan keselamatan laut, karena laut tidak bisa dijaga sendirian,” ujarnya.

Tidak hanya pertemuan rutin, forum ini juga memfasilitasi briefing bulanan antarnegara untuk memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi, kata Irvansyah.

Dalam menghadapi gejolak geopolitik akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Bakamla menyatakan kesiapannya mendukung operasi pertahanan bersama dengan TNI dan Kemhan, jika diperlukan.

“Kami harus siap setiap saat. Situasi bisa berubah cepat, dan kami tidak boleh kaget saat kondisi menjadi kritis,” kata Irvansyah.

Bakamla memiliki sekitar 10 kapal patroli yang tersebar di tiga zona, dengan zona barat mencakup perairan strategis seperti Natuna, Selat Malaka, dan Aceh.

MEMBACA  Indonesia Sorotkan Sumber Daya Alam dan Energi Hijau sebagai Penggerak Investasi

Untuk mengoptimalkan pengawasan, Bakamla memanfaatkan teknologi seperti drone, satelit, dan radar maritim, serta melibatkan masyarakat melalui Program Relawan Penjaga Maritim (Rapala).

Tinggalkan komentar