Berlian Jadi Agak Kenyal di Skala Nano. Ini Penyebabnya

Material yang kita kenal akan bersikap berbeda pada skala terkecil. Secara khusus, berlian—yang biasa keras dan rapuh—menjadi anehnya lunak pada skala nano. Setelah bertahun-tahun tidak benar-benar paham kenapa, tim fisikawan akhirnya berhasil memecahkan perilaku ini.

Menggunakan mikroskop elektron yang dibuat khusus, peneliti menemukan bahwa berlian nano memiliki ikatan kimia yang relatif lemha antara permukaannya dengan intinya. Ketika diberi tekanan, konsentrasi beban terpusat di daerah antara permukaan dan inti berlian. Hasfatnya, berlian kecil ini tidak pecah, melainkan bereaksi seperti material yang fleksibel, "memungkinkan elastisitas yang nyaris mustahil pada berlian berukuran besar," para peneliti melaporkan dalam sebuah makalah terbaru di Physical Review X.

"Mekanisme tersembunyi ini mungkin berperan dalam elastisitas material rapuh dan mengindeh satu kalau porotipe kekakuan berlian itu bisa diatur skala nano-nya," cetus tim yang dipilih para peneliti dari Zhengzhou University dan Henan Academy of Sciences di China.

Titik regang

Kunci mekanisme di balik elastitas adalah perbandingan jumlah atom di lapisan luas rberlian versus ata-m di bunddaran1 terjemgkah atad berbagai objek yangd kita tje.

(Sisa terbCut hingga syntxis/p0rin apus tidk dikenal ddp; perlu intpreper sing…)

dis|Sed apks; aba();+ dan hasil oruj)

MEMBACA  Pilihan ETF S&P 500 Terbaik untuk Dibeli dengan $100 Saat Ini

Tinggalkan komentar