Lupakan Makan Siang Gratis dan Pod Tidur: Startup AI Memikat Pekerja dengan Gaji yang Melambung—Lulusan Ilmu Komputer Segar Dapat Lebih dari Rp 4,8 Miliar

Budaya startup di Silicon Valley dulu terkenal dengan fasilitas menariknya: kopi dingin yang tersedia, tempat tidur singkat di antara meja kerja, bahkan sandal gratis untuk kantor yang punya kebijakan “tanpa sepatu”. Pesannya sederhana: kerja keras, tapi jalani hidup yang nyaman sambil membangun sesuatu yang hebat.

Tapi sekarang, karena persaingan untuk dapat talenta AI terbaik makin ketat, startup-startup lebih mengandalkan insentif yang lebih langsung: gaji yang sangat besar.

Menurut data dari Levels.fyi, software engineer di startup yang didukung modal ventura sekarang mendapat tawaran gaji dasar rata-rata $200,000 — naik 25% dari tahun 2022. Chris Vasquez, CEO firma rekrutmen startup Quantum, bilang kadang lulusan baru ilmu komputer bisa dapat tawaran gaji sampai $300,000 per tahun. Gaji setinggi itu dulu cuma untuk engineer berpengalaman di perusahaan teknologi raksasa.

“Sebelum ini, saya mungkin tidak pernah lihat orang dapat gaji dasar lebih dari $300,000 di perusahaan tahap awal (seed),” kata Vasquez ke The Wall Street Journal. Sekarang, mereka bisa dapat kompensasi tunai setingkat perusahaan FAANG.

AI sendiri juga bikin persaingan makin sengit. Alat-alat baru mempermudah dan mempercepat pembangunan perusahaan, sehingga persaingan untuk talenta elite yang jumlahnya sedikit jadi makin kuat.

Setidaknya untuk jangka pendek, ini berita bagus untuk engineer muda yang baru mulai kerja — meskipun ada kekhawatiran bahwa AI nantinya bisa mengurangi jumlah pekerjaan tech tradisional. Kalau dilihat dari gaji saja, permintaan untuk talenta terbaik memang sedang sangat tinggi.

### Pertarungan untuk talenta AI sangat sengit — perusahaan bagi-bagi gaji bernilai 7 angka

Setelah beberapa tahun mengasah keterampilan, kompensasi untuk talenta AI terbaik di dunia bahkan bisa mencapai nilai 7 angka (jutaan dolar). Dan seperti kata orang dalam industri, saham perusahaan (equity) bisa jadi daya tarik yang lebih besar dari gaji dasar untuk perusahaan yang punya ambisi tinggi.

MEMBACA  Peningkatan Target Harga JP Morgan untuk Toast (TOST) Didorong Kinerja dan Pertumbuhan Kuat

Menurut Tim Tully, partner di firma modal ventura Menlo Ventures, bagi karyawan di startup tahap Series D saja, grant sahamnya bisa antara $2 juta sampai $4 juta.

“Itu hal yang tidak terbayangkan waktu saya merekrut ilmuwan penelitian empat tahun lalu,” kata Tully ke Fortune tahun lalu. Dia bilang, mereka yang kerja di AI mendasar dan terobosan teoritis memegang tiket emas ke perusahaan-perusahaan papan atas.

Di perusahaan teknologi besar, tawarannya bahkan lebih fantastis karena perusahaan mengucurkan miliaran dolar ke AI, memicu perang tarik-menarik talenta tanpa henti antara perusahaan seperti OpenAI, Meta, Google, Microsoft, dan Anthropic.

Pertarungan paling sengit berpusat pada sekelompok kecil (kurang dari 1,000) ilmuwan penelitian AI yang bisa membuat model bahasa besar paling canggih saat ini. CEO OpenAI Sam Altman bahkan bilang tahun lalu persaingannya sampai ke titik dimana Meta menawarkan bonus penandatanganan setinggi $100 juta untuk memikat talenta terbaik. Rata-rata kompensasi berbasis saham di OpenAI, pembuat ChatGPT, mencapai $1.5 juta untuk sekitar 4,000 karyawannya di tahun 2025 — yang tertinggi dalam sejarah startup tech — lapor WSJ.

### Meski janji gaji sangat tinggi, ketidakpastian menggelayuti pasar kerja AI

Boomin ini juga punya peringatan yang sudah biasa: kemungkinan untuk bertahan hidup tetap kecil.

Untuk setiap kisah sukses yang dimulai dari garasi atau kamar asrama, banyak sekali perusahaan yang akhirnya gagal — bahkan setelah mereka menjadi terkenal.

Selain itu, tidak semua pekerja teknologi dapat bagian di puncak pasar. Sementara sekelompok kandidat terpilih bisa dapat tawaran yang fantastis, kebanyakan lulusan baru tetap dapat gaji yang lebih sederhana — meski masih besar.

Gaji awal rata-rata untuk lulusan jurusan ilmu komputer diperkirakan sekitar $81,500 untuk angkatan 2026, menurut National Association of Colleges and Employers, naik 7% dari tahun sebelumnya.

MEMBACA  Ucapan Thom Haye Usai Persib Takluk dari Persita: Pengakuan Bojan Hodak

Kalau dilihat semuanya, angka-angka ini menunjukkan pasar kerja yang penuh peluang tapi juga ketidakseimbangan: perusahaan membayar mahal untuk talenta yang terbaik, meski pemutusan hubungan kerja tetap ada dimana-mana dan permintaan untuk pekerja teknologi di masa depan masih tidak pasti. Sudah seminggu aku belajar Bahasa Indonesia. Aku rasa lumayan susah, tapi juga seru. Aku sudah bisa bicara sedikit-sedikit. Guru Bahasa Indonesiaku bilang aku harus lebih sering praktek. Mungkin aku akan coba nonton film Indonesia tanpa subtitle.

Tinggalkan komentar