Chip Laptop Nvidia Kini Hadir, dan Tebak Sendiri untuk Apa Ia Dirancang

Setelah tampil gemilang di panggung Taipei, Taiwan, CEO Nvidia Jensen Huang akhirnya memperkenalkan CPU laptop yang sudah lama ditunggu. Performanya sama menjanjikannya —dan sama membingungkannya— dengan yang kita bayangkan berdasarkan rumor selama hampir setahun terakhir.

Huang mengklaim bahwa Nvidia tengah mendefinisikan ulang PC lewat platform anyar bernama RTX Spark. Ia bahkan berani menyatakan bahwa RTX Spark akan menangani “setiap aplikasi yang pernah dijalankan Windows.”

Huang naik ke atas panggung sambil memegang dua PC: satu menjalankan gim *007 First Light* dan satu lagi *Forza Horizon 6*. Ia menyebut keduanya berjalan dengan “baik.” Seberapa baiknya? Nanti kita buktikan sendiri.

© Kyle Barr / Gizmodo

Yang pertama dalam jajaran ini adalah N1X. Chip ini menarik karena mewakili arsitektur GPU terbaru Nvidia. N1X mengusung GPU seri Blackwell —arsitektur yang sama dengan kartu grafis discrete Nvidia GeForce RTX 50-series yang biasa ditemukan di laptop gaming atau profesional. Chip ini memiliki GPU 20-inti yang sebagian dikembangkan bersama MediaTek. Mendukung memori terpadu hingga 128GB, namun soal angka-angka lain, Huang belum merinci apa yang bisa diharapkan.

Tentu saja, tujuan utama chip ini adalah menjalankan AI —atau setidaknya menangani sebagian proses AI di perangkat lokal, sementara sisanya mengandalkan cloud. Nvidia menjanjikan laptop dengan chip ini akan hadir dari hampir semua produsen PC besar, termasuk Microsoft, Lenovo, Acer, Dell, Gigabyte, dan MSI.

N1X adalah chip berbasis ARM, artinya ia menggunakan mikroarsitektur RISC serupa dengan jajaran Snapdragon X milik Qualcomm belakangan ini. Qualcomm sendiri masih berjuang sejak merilis SoC (system-on-chip) pertamanya guna meraih kompatbilitas dengan aplikasi x86 lama beserta drivernya.

Nvidia mungkin menuai sebagian hasil kerja keras Qualcomm, tapi segalanya tak berjalan mulus bagi “Tim Hijau.” Masalah kompatibilitas melekat pada chip ARM —khususnya ketika Anda harus bekerja dengan driver warisan (legacy).

MEMBACA  Nvidia Investasi Miliaran Dolar ke OpenAI di Tengah Persaingan AI yang Menggila

© Asus

Asus telah mengonfirmasi bahwa ProArt P14 dan ProArt P16 akan menjadi model pertama yang menggunakan N1X. Perangkat ini dirancang untuk kerja video dan grafis profesional, dengan opsi RAM hingga 128GB (pada model yang lebih besar) dan layar OLED 120Hz ukuran 14 atau 16 inci, masing-masing dengan resolusi 3K dan 4K.

Rayapan GPU Blackwell dalam perangkat SoC tunggal ini mungkin cukup menarik bagi ranah kreatif. Namun sejauh apa chips yang sama akan memuaskan para gamer saat bepergian? kita masih harus melihat. Di jalur yang sama, Nvidia tengah membangun seluruh ekosistem PC tipe Spark —termasuk perangkat semi-mini-PC yang dirancang untuk menjalankan perangkat lunak agentic seperti NemoClaw milik Nvidia. Huang juga mamerkan desktop dengan SoC kustom yang ia klaim sanggup menjalankan Windows. Desktop bernama GDX Station itu mendukung memori hingga 760GA dan konon dapat menajalankan model dengan satu triliun parameter secara on-device.

Sungguh menarik menyaksikan perusahaan terkaya di dunia mencoba membuat prosesor laptop penuh—padahal selama ini mereka telah memfokuskan semua upaya pada bisnis AI. Lebih dari itu, langkah ini tampak sebagai batu loncatan menuju grafis yang lebih baik dan efesisensi yang lebih tingikan di PC —tentunya jika semua klaim Nvidia terbukti benar dalam praktiknya.

Tinggalkan komentar