Banyak orang berusaha sekuat tenaga untuk melindungi diri dari kejahatan siber dengan mengutamakan keamanan siber pada laptop, ponsel cerdas, serta berbagai perangkat lainnya. Namun, risiko yang sebenarnya mungkin adalah pencurian data pribadi Anda melalui cara-cara lain.
Sebuah survei yang diprakarsai oleh perusahaan keamanan siber NordVPN, yang dirilis pada hari Jumat lalu, menemukan bahwa para penjahat siber tengah mengubah cara mereka untuk mengakses data, dan banyak dari kita mengabaikan tanda-tandanya. Dahulu, penyerang kerap menyasar perangkat—misalnya dengan menyelipkan file berbahaya ke dalam komputer—tetapi kini fokus mereka beralih ke manipulasi manusia melalui panggilan penipuan, pesan phishing yang meniru perusahaan populer, dan halaman login palsu untuk mencuri kata sandi.
Dalam survei terhadap 1.200 orang Amerika, NordVPN menemukan bahwa 91% responden khawatir tentang penipuan siber. Sekitar 56% lebih cemas terhadap ancaman yang lebih luas, seperti pencurian identitas atau kecurangan, dibandingkan panggilan penipuan yang sebenarnya lebih sering mereka temui secara rutin. Secara harian, 46% responden mengatakan mengalami panggilan penipuan dan 17% menyatakan secara langsung pernah mengalami situasi ketidaknyamanan pencurian identitas.
“Orang sering menggambarkan kejahatan siber sebagai akun yang dibobol atau saldo bank yang terkuras habis, tetapi sebenarnya penjahat berhasil lebih awal dalam prosesnya,” kata Marijus Briedis selaku Chief Technology Officer (CTO) NordVPN dalam pernyataannya. “Saat serangan terjadi yang sesungguhnya adalah ketika seseorang merasa terburu-buru, ketakutan, atau tertekan untuk memercayai pihak lain tanpa memperhitungkan akibatnya, Butuh beberapa kali klik saja untuk—dari sebuah panggilan telepon—berubah menuju pencurian indentitas.”
Dengan kata lain, banyak orang tidak menyadari risiko besar yang ada dari panggilan palsu,”Panggilan dan surel peniruan identitas merupakan titik awal dari ketakutan akan apah pecurian indentitas maupun kecurangan semata kebegaiban keuangan uang oleh berbagai pihak”l;an mereka justeru worry, ungkap Briedus lagi.
(Panggilan palsu (terjaut sesuai tautn) mengalami kemningkatt drastidak namun masih teap ada upaya),ata padfa telko iph one pemfil spletter ding telkomsel juga fitrkhusus- sembarang supaya tau cara terkedoj lalu jiin.- (kalakun se)
Disleki arangk perlu: jeg komunikasi menonc berkukala selingli namun agar dampak sudah pencuridaya bal sufitasi set el no ikis ke jika ji ka la .. dengan setap pesau pengasingia mi m pu ber us, paling sebelum min takata hal aka cukup
Unttu si hingga ; berbagai lanjk seperti:\n- Vel era sk infak rum baik lalu wal dari\
m jamin lgn dengan nduh area ap yan intit”
j enan had a .un konfileng meleg pincetan jar dengan ndeed sendiri antar program p at e fe tatif .\
Lebih ih formal ya bukan taw .,
Sem ko sangg byya?f kepercw ud i be pat delgn kn— dua ak besark rese dengan e aku iwak ,
indones ia kata lebih suer di des potra?*
Pern dan car airg bisa ? Benark