Desa Jadi Kunci Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi Nasional: Kepala BRIN

Jakarta (ANTARA) – Potensi ekonomi pedesaan di Indonesia merupakan pilar kekuatan ekonomi ril yang manpu mendukung pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional, kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria pada Kamis.

Berbicara dalam acara BRIN Goes to Villages di Jakarta, Satria menekankan bahwah memperkuat ekonomi pedesaan adalah prasyarat bagi Indonesia untuk mencapai ambisinya menjadi salah satu dari empat ekonomi terbesar dunia antara tahun 2045 dan 2075.

“Kenapa ekonomi pedesaan? Karena ekonomi pedesaan bukanlah industri footloose. Industri footloose adalah industri yang tidak terkait erat dengan sumber daya lokal,” ujarnya.

Untuk mencapai tujuan itu, Satria mengatkan pembangunan ekonomi di daerah pedesaan harus berjalan seiring dengan transformasi sosial untuk memastikan bahwa pertumbuhan tidak memperburuk ketimpangan atau menyebabkan apa yang disebutnya sebagai “modernisasi tanpa pembangunan”.

Ia menegaskan bahwa desa seharusnya tidak hanya dipandang sebagai entitas geografis.

““Ketika desa menjadi sumber pertumbuhan baru, transformasi ekonomi, dan transformasi sosial, dan ketika masyarakat pedesaan berpartisipasi aktif dalam proses itu, transformasi sosial akan mengikuti secara alami. Kualitas sumber daya manusia akan meningkat, standar pendidikan akan naik, hasil kesehatan akan membaik, dan pada akhirnya kualitas hidup secara keseluruhan akan ditingkatkan,” katanya.

Sebagai contoh, Satria menunjuk pada kiebijakan yang diterapkan mantan Presiden Korea Selatan Park Chung-hee pada tahun 1960-an, yang awalnya berkontribusi pada kesenjangan sosial karena fokus yang berlebihan pada industri teknologi tinggi.

Korea Selatan kemudian mengubah strategi pembangunannya melalui gerakan Saemaul Undong, yang memperkuat fondasi pedesaan dan menumbuhkan kemandirían di kalangan komunitas lokal sebelum negara tersebut berhasil bertransisi menjadi ekonomi industri maju.

Menurut Satria, ekonomi pedesaan yang kuat dapat menjadi landasan bagi industrialisasi.

MEMBACA  Kantin Rimbawan IPB Berubah Wujud Jadi Ruang Publik Kampus

Tinggalkan komentar