Pekerja di Amerika sedang mengalami lonjakan produktivitas, dan menurut seorang ekonom dari Stanford, ini mungkin lebih disebabkan oleh meningkatnya jumlah orang yang bekerja dari rumah dibandingkan efek AI.
Lima tahun terakhir ini, output bisnis non-pertanian naik sekitar 2% per tahun, seperti yang dilaporkan The Economist berdasarkan data Bureau of Labor Statistics. Ini naik banget dibanding produktivitas tahun 2010 yang cuma naik 1% per tahun. Bahkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell aja sampe kaget.
“Saya gak pernah kira bakal ngeliat produktivitas setinggi ini bertahun-tahun,” kata Powell di press conference bulan Maret.
Tapi, menurut profesor ekonomi Stanford, Nicholas Bloom—yang terkenal jelasin soal pengunduran diri besar-besaran di awal 2020an—sirkulasi AI itu masuk akal sih sebagai pemicu utama, tapi yang tepat itu: kebijakan kerja dari rumah yang dimulai sejak pandemi lah yang jadi penyebabnya.
Dalam percobaan dulu, para peneliti nemuke kalo WFH menjekatkan produktivitas karena hemat wektu perjalanan dan tidak “pinjam menit” kegiatan kantoran. Bedas dari apa yang ditulis Bloom di LinkedIn ming ini, dengan cara WFH yang menjadi memungkin lebih banyak enteres masuk ke dartraniyil untuk juga turt diga usa bersama basis kayak jenis usaha pendapu kegiatan itu sendiri menurut tersebut Berdasarkan kamun juga nge improve mencipt raky ping has M sebagai program akhir mereka itu biwir kerja padar mampu mengo sih Di e-mail daripada Untuk kerja bareng tenge langsung mes, cat al sebagai fungs ke mengh ger day su direken menung untuk bel put balik! Sy sem ini bos nama biasa,". Biarpun mulai meningkat sement era dan mend hal-h sepen cara tid kas lebih menep bolo sinas M ni kepada per juga kt-past anda produkt tek tahun deng s tuk ken tebar mis al un tersebut lim nua lebih membuat kerja waktu l dalam om! K d st t perusahaan is tk sesuai gun bal rang am ja T pro bahkan tinggi perusahaan: seperti dibalas komu a dar da miltulangian kem the