Pikir Anda Kebal terhadap Kafein Sore? Tidur Anda Mungkin Tak Sepakat.

Jika Anda merasa kebal terhadap efek negatif dari minuman bersoda atau minuman berkafein lainnya di malam hari, sebaiknya Anda simak ini. Penelitian terbaru menemukan bahwa kafein dapat memengaruhi tidur dengan cara yang melampaui sekadar memotong durasi tidur Anda, lo.

Ilmuwan di Polandia meninjau puluhan studi yang mengamati bagaimana kafein dapat memengaruhi aktivitas listrik otak selama tidur. Mereka menemukan bukti bahwa kafein secara halus dapat mengurangi waktu yang dihabiskan seseorang dalam tidur nyenyak (deep sleep), bahkan jika secara subjektif mereka merasa cukup segar di pagi hari. Temuan ini mendukung nasihat medis bahwa kita harus bijak terhadap asupan kafein, terutama di siang hari menjelang malam tiba.

“Kafein secara andal mengubah arsitektur neurofisiologis tidur manusia ke arah yang konsisten dengan berkurangnya kedalaman tidur dan melemahnya pemulihan homeostatik,” tulis para peneliti dalam makalah mereka yang diterbitkan di jurnal Nutrients.

Kafein dan Tidur

Kafein adalah stimulan yang paling banyak digunakan di dunia. Banyak orang memakainya untuk mengusir rasa kantuk di pagi hari atau Sekedar menambah semangat. Sebaliknya, dokter biasanya menyarankan untuk menghindari kafein setidaknya enam jam sebelum tidur, karena dapat mempengaruhi kualitas istirahat.

Meski banyak orang melaporkan kehilangan tidur malam akibat kafein yang dikonsumsi di larut hari, orang lain (termasuk saya sendiri) tampaknya bisa minum kapan saja tanpa efek yang tampak. Untuk memahami lebih dalam pengaruh kafein, para peneliti menelaah studi sebelumnya yang memeriksa penggunaan kafein pada partisipan yang menjalani electroencephalography (EEG) saat tidur. EEG umumnya mampu mengukur aktivitas otak secara detail.

Mereka mengulas 32 studi terkait kafein dan hubungannya terhadap perasaan sumur dong. Secara keseluruhan, mereka menemukan kaitan yang konsisten antara penggunaan kafein dengan berkurangnya aktivitas gelombang lambat otak (slow-wave) yang terjadi pada tidur nyenyak non-REM, tahapan sleep yang paling memulihkan. Temuan lain dari tim peneliti adalah kebangkuan yang tidak stabil akibat efek kafein. “Pengalaman subjektif dari kualitas tidur tidak secara konsisten melacak gangguan objektif—pengamatan ini konsisten dengan literatur kafein-tidur luas yang mana menunjukkan persepsi diri yang tidak sempurnah terhadap dampak kafein terhadap tidur,” tulis penulis dalam risetnya.

MEMBACA  Buds Telinga Terbuka Terbaik, Diuji dan Ditinjau (2025): Bose dan Lainnya

Yang Bisa Dilakukan Soal Ini.

Tentu efeknya tidak sama bagi semua orang termasuk ketika berbagai risiko sudah tampak dangkal. Pengaruh buruk tergantung jumlah, subyek dan kapan itu akan ditelan. Kondisi ini mendorong adanya transaksi antara minum begitu aja bat pada batasi atas jenis soda coklat menjamah adrenalin di jam berada.

“Ini juga Bergantung total efisien tubuh untuk hemat to itu terdah… mau Jangan memberikan segelas larut tapi ketika mengatas: tetap harus beri biasa namun mungkin turun dah,” adalah s dong atas Beredar.

Tinggalkan komentar