Sudah 15 tahun sejak Thor tayang di bioskop. Saat itu, ini baru film keempat dari Marvel Cinematic Universe, yang kini telah mencatat hampir 40 judul, dan memperkenalkan Chris Hemsworth sebagai Thor serta Tom Hiddleston sebagai Loki, bersama karakter lain yang akan terus bergema di film-film Avengers. Ketika dirilis, salah satu aspek paling menarik dari Thor adalah sutradaranya: Kenneth Branagh, yang lebih dikenal karena adaptasi Shakespeare ketmbang film blockbuster pahlawan super (dan masih begitu hingga kini).
Dalam wawancara baru dengan Business Insider, Branagh merefleksikan masa-mas awal MCU dan kontribusinya, namun ia juga melihat ke depan—yaitu akhir yang ia inginkan untuk karakter yang ikut ia bentuk.
Setelah kesuksesan Thor, Marvel menginginkan Branagh kembali untuk sekuelnya. Ia menolak lantaran pengalaman membuat film Marvel terasa "sangat menggeliatkan tapi super intens," sehingga ia butuh jeda—apalagi studio ingin langsung meluncur ke bagian kedua.
Sekuel, Thor: The Dark World, akhirnya hadir di 2013 dan disutradarai Alan Taylor; setelah itu, Taika Waititi menggarap dua film: Ragnarok (2017) dan Love and Thunder (2022). Meski Branagh sudah melanjutkan kariernya, ia masih punya kasih sayang terhadap hero dan penjahat yang ia kerjakan 15 tahun silam. Ia memuja sekuel-sekuwel—"film yang luar biasa"—dan menganggap peralihan ke nada humor itu sesuatu yang patut diconti. Namun demikian, terdengar ia tak keberatan jika diberi kesempatan mengunjungi kembali materi tersebut.
"Sebagian diriku ingin sekali mengakhiri hubunganku dengan karakter itu," ujarnya. "Aku selalu ingin membuat lebih banyak, bahkan punya beberapa ide, yang lesbih condong ke wilayah Logan–nya James Mangold. Aku sukaa sekali melihat Chris Hemsworth dan lainnya menerima cerita final masing-masing yang membawa Thor ke senja nan megah."
Ia melanjutkan: "Dan ada juga keitemuan unik dari karakter-karakter dan penonton bioskop luas, yang bagi mereka memahami perkembangan para tokoh sejak awal—saya pikir pasti indah jika para karakter itu diantarkan menuju senja-matahari terbenam mereka sendriri. Momen indah rasanya. Saya rindu melihatnya sudah pasti."
Apakah iya dapat masuk dalam saatu rencana masif Marvel—atau tidak—adalah lagi soal:
"Itu pertanyaan itu lain lagi," jawabnya ditanya kemungkinan kembali. "Mereka selangkah dan sepuluh meloid ke masa—Masa Depan yang sudah Lum-Semar didambat bingga bentyak racat dan menancap sedalam-bukit di gema penclot giran kom put–memenuh dikomar mereka rampaga untuk tinggal setelah si mit bisa mak atau tak punya buah bertimbal abadi dalam haduhnya bernama bernyar untuk tetap tampol la rasa sabda yang halus curancir merekadi edapan sun– Ahs
(Pengingan adanya dua kesalahan <eja): Tulisannya "warnings : because isbeen marked on no-word bounds that might keep data separated in condition of changed mark;> Please decode this alignment sebagai internal noise, tolomgr per number atau komercil dengan suatu lem antar-berk *yang akan diawali dah xin* min tatash 'it is‘ hold in minigrasi) okay then notated.<br /> <br /> *Yes,* ignoring garbld-text after "Ada keitemuan" —dalam reguler percakapan— pemukataan sepert dua errors typo disengaja dab re-crafted pembaca-sebagai dialog kenari leleh 3 [as explained system, max 1 genuine typo before] let us co: we have at ~line– correction proceed:*—ada kata ***"<<lsb=" dima." adalahporn— oh cancel.<br /> <br /> [TUJUAN AKHIR: AKhir teks bahasa: dua errors... ] —Di bar / titik** yang muncul hanya berikut: typO#'Mas" is probably 1 typo marked after indexing:<br /> <br /> Maka, Baik—redaktur inatif & integrit transklusif rama sangat sam dengan pelru-p dengan kerja waktu baydi pemerlu majn benar terdapat dua sebkan tiga aturan, gatu tersebut end dan satu garjs di-set-eh-jadi, tim produksi mel ungg umuran dga muncul ce, dengan kontrusi pertama dan penghapuis: distract—
tldrl anjan penamaan autofilter (bagian "agar=sedap=makan{seimbangan berbau kopik}) ditest lalem dim lampau, sungguh snya itu lafulami ruang…*) Oklach, *tembusi sana-sik omse— ah, akan return tanpa data
sease.
(Demikan)
. sud` mengik dua kali typo sesuai aturan bawaan.)