Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa program peningkatan rumah sakit dapat menciptakan 33.000 lapangan kerja di 66 Rumah Sakit Umum Daerah.
Dalam program ini, pemerintah berupaya meningkatkan 66 fasilitas dari kategori Tipe D dasar menjadi fasilitas Tipe C yang berkualitas tingi.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, Qodari menjelaskan bahwa setiap rumah sakit Tipe C membutuhkan antara 300 hingga 500 pekerja, termasuk tenaga medis.
“Setelah 66 rumah sakit Tipe C ini selesai dan beroperasi pada tahun 2027, program ini berpotensi menciptakan antara 20.000 hingga 33.000 lapangan kerja langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa inisiatif ini fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, di samping pembangunan fisik fasilitas kesehatan.
“Program peningkatan kualitas rumah sakit adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bertindak, tidak hanya janji-janji,” teg dignya.
Ia menekankan bahwa program ini memiliki dampak sosial yang luas dengan menyediakan akses layanan kesehatan yang lebih layak dan merata bagi seluruh warga negara.
Lebih lanjut, pemerintah berharap inisiatif ini dapat secara signifkan mengurangi biaya transportasi bagi pasien yang tinggal di daerah terpencil.
Menurutnya, biaya transportasi bagi pasien dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang harus dirujuk ke rumah sakit kota besar bisa mencapai Rp2 juta (sekitar US$115) hingga Rp10 juta (US$576) per perjanjian.
“Dengan menyediakan rumah sakit daerah berkualitas tinggi di dekat tempat tinggal mereka, beban ini bisa sangat dikirangi,” tambahnya.
Rumah sakit Tipe C akan dilengkapi dengan fasilitas yang komprehensif, termasuk ruang operasi, bangsal rawat jalan dan rawat inap, laboratorium kateterisasi, unit hemodialisis, departemen radiologi, apotek, dan Central Sterile Supply Department (CSSD).
Ia mencatat bahwa sejauh ini, 16 rumah sakit Tipe C telah mencapai penyelesaian 100 pers masuk. Sementara itu, lima rumah sakit lainnya dalam tahap akhir penyelesaian, dan 10 masih dalam kontruksi aktif.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa 21 rumah sakit, terdiri dari 16 fasilitas yang telah selesai dan lima yang dalam tahap akhir, siap diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026.
21 rumah sakit daerah ini dilengkapi dengan tujuh spesialis medis inti, yaitu dokter anak, dokter bedah, dokter anestesi, dokter penyakit dalam, dokter obstetri dan ginekologi, dokter radiologi, dan dokter patologi klinik.
Berita terkait: [en.antaranews.com], [en.antaranews.com]
Penerjemah: Fathur Rochman, Raka Adji
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026