Kerry Wan/ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
**Poin Penting ZDNET**
Motorola menguasai 50% pasar ponsel lipat di AS.
Flip foldable Motorola bergaya dan tersedia dengan harga terjangkau.
Sponsorship FIFA adalah faktor pengubah permainan.
Motorola bersiap meluncurkan seri terbaru ponsel lipatnya, momen yang tepat untuk merefleksikan capaian merek ini sejauh ini. Menurut riset IDC, seperti dilaporkan oleh 9to5Google, Motorola kini menguasai sekitar 50% pasar ponsel lipat di AS, serta porsi besar di pasar global.
Pesaing utamanya (setidaknya di AS) adalah Samsung dan Google. Samsung telah lama berkecimpung, dan memiliki model flip serta buku dalam portofolionya. Sementara itu, Google sejauh ini hanya mengembangkan model buku.
**Baca juga:** Ulasan Motorola Moto G (2026): Alasan saya memilih ponsel $200 ini dibanding model pesaing
Diperlukan upaya besar untuk mengimbangi pesaing ketat seperti dua raksasa teknologi dunia. Dalam hal dominasi pasar, Motorola bertumpu pada tiga pilar — harga, perangkat lunak, dan gaya.
1. Harga
Motorola memiliki flip foldable untuk hampir setiap anggaran, mulai dari $399 hingga $1.399 (meski model termahal itu sedang diskon jadi $799). Pertama-tama, itu bukan salah ketik. Motorola saat ini menjual Moto Razr versi 2024 dengan harga sekitar $400.
Bisa mendapatkan ponsel lipat fungsional seharga $400, lebih murah dari Pixel 10a atau Nothing Phone (4a) Pro, hampir tak masuk akal dan menjelaskan sebagian besar alasan kesuksesan Motorola di pasar ini.
Harga bukan segalanya, tapi memainkan peran sangat besar.
**Kerry Wan/ZDNET**
Melihat pesaing terdekat, Samsung menjual foldable termurahnya — Samsung Galaxy Z Flip FE — seharga $899. Dengan kata lain, anda bisa beli dua Moto Razr 2024 plus makan malam untuk empat orang di restoran keluarga, dengan harga yang sama.
2. Perangkat Lunak
Motorola juga melakukan banyak hal cerdas di sisi perangkat lunak. Build Android mereka sejak lama termasuk yang terbaik, dengan inovasi seperti gestur untuk kamera dan senter, serta notifikasi di always-on display (AOD). Ditambah pilihan software yang cerdas untuk flip foldable, kombinasi itu jadi sangat magis.
**Baca juga:** Samsung akhiri Messages bulan Juli: 5 aplikasi pengganti yang saya rekomendasikan
Pendekatan Motorola terhadap cover screen fantastis.
Pertama, anda bisa gunakan aplikasi apapun di sana. Beberapa berjalan baik, lainnya tidak, terserah preferensi anda. Pendekatan Samsung lebih terkurasi, membatasi aplikasi yang bisa digunakan (meski sekarang mulai longgar). Motorola juga menyediakan banyak panel untuk cover screen, dengan widget dan aplikasi yang sangat berguna.
Terakhir, Motorola pernah bermitra dengan pengembang GameSnacks untuk menambahkan suite mini game di cover screen. Game-game kecil yang menghibur seperti Stack Bounce dan Free Kick Football.
3. Gaya
**Kerry Wan/ZDNET**
Ada juga aspek gaya dari keluarga Razr. Bahkan varian termurah diluncurkan dengan warna dan gaya yang fun, benar-benar memainkan unsur fashion dibanding sekadar angka dan spesifikasi. Razr adalah ponsel yang menyenangkan untuk dimiliki, dengan pilihan gaya yang beragam meski harganya rendah.
**Baca juga:** Saya pakai Moto Watch $150 selama berminggu-minggu, dan ini rekomendasi saku baru untuk penggemar Android
Motorola juga berupaya keras mengembangkan aksesori yang fashionable untuk ponsel Razr.
Jangan lupakan daya tarik edisi FIFA di tahun Piala Dunia. FIFA adalah salah satu event olahraga paling populer di dunia — kemitraan yang sangat cerdas, terutama bagi Motorola. Aktivasi semacam ini akan menempatkan Razr tepat di sasaran penggemar olahraga global.