Pasar Saham 2027 Punya Faktor Kunci yang Tak Dimilihi Gelembung Dot-com

Ada perbedaan penting antara latar belakang pasar yang panas di 2026 dengan era dot-com di akhir 90-an dan awal 2000-an, yaitu kualitas dari perusahaan yang melakukan IPO (penawaran saham perdana).

Sekarang ini tidak ada keramaian dari perusahaan-perusahaan yang secara fundamental jelek dan tidak punya prospek keuangan masa depan yang masuk ke pasar publik.

Analisisnya: Menjelang potensi IPO besar tahun ini dari SpaceX (SPAX.PVT) dan OpenAI (OPAI.PVT), sudah ada 40 transaksi senilai $28 miliar yang masuk pasar di 2026, menurut data terbaru dari analis Goldman Sachs, Ben Snider.

Snider menulis, “Meskipun aktivitas IPO yang tinggi pernah terjadi di puncak pasar saham sebelumnya, jumlah IPO tahun ini diperkiran hanya mencapai rata-rata historis tahunan yaitu 100. Sebaliknya, lebih dari 250 IPO diluncurkan di tahun 2021 dan hampir 400 IPO di tahun 1999.”

Snider juga menaikkan perkiraan volume IPO 2026 menjadi $225 miliar dari sebelumnya $160 miliar.

Andrew Feldman, salah satu pendiri dan CEO Cerebras Systems, pembuat chip kecerdasan buatan, membunyikan bel saat IPO perusahaannya di lokasi Nasdaq Market New York City, AS, 14 Mei 2026. REUTERS/Eduardo Munoz

“Kami perkirakan total pasokan ekuitas perusahaan akan mencapai $675 miliar, termasuk penawaran lanjutan dan penerbitan lainnya,” tambah Snider. “Namun, penerbitan ini hanya setara dengan 1,0% dari kapitalisasi pasar ekuitas AS, dibandingkan rata-rata 1,5% sejak 1995.”

Baca selengkapnya: Cara melindungi portofolio Anda jika khawatir ada gelembung AI

Kita tidak perlu melihat jauh-jauh, lihat saja SpaceX yang sebentar lagi IPO, untuk paham perbedaan kualitas perusahaan-perusahaan yang akan masuk pasar.

SpaceX didirikan tahun 2002 dan punya lebih dari 13.000 karyawan. Pendapatan SpaceX melonjak menjadi $18,7 miliar di 2025, naik 33% dari tahun sebelumnya, menurut informasi dari Yahoo Finance AlphaSpace.

MEMBACA  9 Artis yang Tidak Beriman, Mengapa?

Intinya: Pergerakan besar saham Micron (MU), Sandisk (SNDK), Snowflake (SNOW), dan Dell (DELL) dalam beberapa pekan terakhir memang bikin orang takut akan adanya gelembung pasar saham. Mereka yang sudah lama di pasar mungkin masih dihantui oleh kenangan perusahaan teknologi gagal yang dulu terlalu dibesar-besarkan, seperti Pets.com dan eToys.

Tapi bisa juga dikatakan bahwa valuasi pasar (bahkan untuk saham-saham teknologi ini) tidak terlalu melenceng dari perkiraan pendapatan dan arus kas masa depan yang realistis. Selain itu, pasar juga tidak melihat banyak perusahaan yang secara fundamental jelek masuk pasar untuk meraup keuntungan.

Kami menghargai pengingat realitas ini, Goldman Sachs.

Brian Sozzi adalah Editor Eksekutif Yahoo Finance dan anggota tim pimpinan redaksi Yahoo Finance. Ikuti Sozzi di X @BrianSozzi, Instagram, dan LinkedIn. Punya tip? Kirim email ke [email protected].

Klik di sini untuk analisis mendalam tentang berita pasar saham terbaru dan peristiwa yang menggerakan harga saham.

Baca berita keuangan dan bisnis terbaru dari Yahoo Finance.

Tinggalkan komentar