Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Tennessee akan menyusun ulang ulang peta elektoralnya, setelah Mahkamah Agung (MA) AS mengeluarkan putusan yang melumpuhkan klausul kunci dari Undang-Undang Hak Pilih AS yang sangat bersejarah itu.
Meski putusan MA terkait peta elektoral Louisiana membawa implikasi yang sangat luas di seluruh negeri, keputusan ini juga berdampak signifikan terhadap lanskap elektoral secara umum.
Putusan tersebut menghilangkan berbagai restriksi yang terkait dengan isu ras, mengenai bagaimana batas-batas distrik congressional dapat digambar. Lebih jauh, keputusan itu pun memicu kalangan Republik untuk menyerukan peninjauan ulang distrik di sejumlah negara bagian sebelum pemilu paruh waktu yang krusial digelar pada November nanti.
Pergeseran ini terjadi di tengah gelombang
yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dimulai tahun lalu ketika Presiden AS Donald Trump menekan Texas untuk merombak peta congressionalnya agar menguntungkan Partai Republik. Kedua partai tersebut sejak saat itu berusaha merebut kursi dalam proses redistriktifikasi di tujuh negara bagian—termasuk Missouri, North Carolina, Ohio, California, Utah, dan Virginia.
Peristiwa paling mutakhir
, badan legislatif Florida pada Rabu lalu mengesahkan sebuah peta congressional baru, yang menciptakan 24 distrik prediksi kalangan Republik yang meraihnya
dari 20 kursi yang kini dikuasai partai tersebut.<
1; p>Dalam sebuah unggahan di akun Truth Social miliknya pada Kamis (8/11 < / Per itu d ; akan menghasilkan l untuk d. masih < en.
Ta>” N L ti: [
) lalu, Trump mengatakan telah berbicara dengan Gubernur Tennessee dari Partai Republik, Bill Lee
Perny6>Dia “DI mano ist SYA sMenurut info STATA itu11
” p
di << Konon m perbaika< lakukan Di bawah PTUI]
< ; ne>< Di y & Mah