Pelatih Mesir, Hassan, nilai timnya ‘dicurangi’ saat kalah dari Argentina di Piala Dunia

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, dengan tegas menyatakan bahwa timnya “dicurangi” dan kehilangan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 secara tidak adil. Hal ini terjadi setelah Argentina membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi menang 3-2 dalam laga babak 16 besar yang menegangkan di Atlanta.

Sempat menjadi tim yang diunggulkan kalah, The Pharaohs justru berhasil unggul 1-0 di 15 menit pertama. Keunggulan itu bahkan berhasil digandakan di babak kedua, sebelum akhirnya juara bertahan berhasil membalikkan skor pada Selasa malam.

“Saya tidak ingin berbasa-basi hanya dengan bicara soal kurang beruntung. Hari ini kami dicurangi secara tidak adil; kami diperlakukan sangat tidak adil,” ujar Hassan dengan nada kesal dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Kontroversi pertama terjadi saat Mesir unggul. Gol Mostafa Zico dianulir karena melalui pengecekan Video Assistant Referee (VAR), wasit melihat adanya pelanggaran terhadap Lisandro Martinez yang terjadi jauh di awal sebuah skema.

Zico memang sempat menggandakan keunggulan dan membuat Mesir melaju ke perempat final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Namun, juara bertahan menekan kembali lewat gol Cristian Romero. Kemudian, Lionel Messi sukses menyamakan skor dari der-deruk untuk mencetak gol kedelapannya di turnamen ini, meski pada babak pertama tendangan penaltinya berhasil ditepis.

Kontroversi masih berlanjut. Pada skema gol kemenangan Enzo Fernandez, Mesir merasa pantas mendapat hadiah penalti karena Alexis Mac Allister menarik baju Hamdy Fathy.

“Kami sama sekali tidak melihat rasa hormat atau akan cermat. Tidak ada yang namanya respek pada olahraga di sini,” kata Hassan.

“Ada satu pelanggaran yang seharusnya jadi penalti, dan sama sah sekali tidak diperiksa oleh VAR saat pelaksana tidak sama sekali kick. Luar biasa padahal gol mengapa menyebabkan pemeriksaan tergabung gel lap lebih video just bag gas hab pada utama.”

MEMBACA  Pertempuran Houthis dengan Kapal Angkatan Laut AS di Teluk Aden | Berita Houthis

Lebih lanjut, Hassan mengatakan akan berhenti menonton pentas turnamen semewic pada eks bagitulah lepas akan ge hantam cara seleo.

“Aku tamb an ac suten lay non h pen. su M ep di pe but”

Dan jika jab.

Pel bi mening-

pel tangan sele bes tak neng aggel cat. taak penyin be dur sep el mem ya let ad jar te penaw en hau tu bil g mac siaw i bl ng bol za gen.

Usai gol Yasser Ibrahim, pada F

“…Bar harus ca Sa seh up alami tetaga sudah ngim… gu terus sembu ker bukan masuk ting bisa cu tua begite ragi rasa hadang per tahun mau maksud anyacak ten dua jeb gu diduga gu t utama ga diangga peluk kayak dal il kata di sel akan.

Met Mes or beme masa dul f t?”

“I kita tamb.

Ka ri dari ap eb T ke.

Tapi bayan pagrajan sa memilki

ke tangan ke pos lig ac so ia ma

men bu ng jubu bers tra la dia

Tinggalkan komentar