Perusahaan teknologi ini menskors akun ChatGPT pelaku penembakan massal sebelum serangan terjadi, namun tidak memberitahukan kepada aparat penegak hukum.
Diterbitkan pada 25 Apr 2026
CEO OpenAI, Sam Altman, telah meminta maaf atas kegagalan perusahaannya dalam memperingatkan otoritas terkait aktivitas daring yang mencemaskan dari seorang remaja yang kemudian melakukan salah satu penembakan massal terburuk di Kanada.
Jesse Van Rootselaar, 18 tahun, melakukan aksi penembakan brutal di Tumbler Ridge, British Columbia, pada 10 Februari, menewaskan delapan orang.
Cerita Rekomendasi
Para korban termasuk ibu dan saudara tiri Rootselaar, serta lima siswa di sekolah menengah pada komunitas terpencil tersebut.
Rootselaar, yang terlahir sebagai pria tetapi mengidentifikasi diri sebagai perempuan, tewas akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri.
OpenAI mengatakan pasca-serangan bahwa akun ChatGPT Rootselaar telah ditandai secara internal pada Juni sebelumnya karena penyalahgunaan “dalam mendukung aktivitas kekerasan”, yang berujung pada penskorsan akun tersebuter.
Perusahaan AI yang berbasis di San Francisco ini mengatakan pada saat itu bahwa mereka belum memberitahukan otoritas karena penggunaan chatbot oleh Rootselaar tidak memenuhi ambang batas ancaman yang kredibel dan segera terhadap orang lain.
Dalam sebuah surat yang dibagikan pada hari Jumat oleh situs berita Tumbler RidgeLines dan Perdana Menteri British Columbia, David Eby, Altman mengakui bahwa OpenAI seharusnya memberi tahu aparat penegak hukum soal penskorsan akun Rootselaar.
“Saya sangat menyesal karena tidak memberi tahu penegak hukum tentang akun yang di-skors pada Juni. Meskipun saya tahu kata-kata tidak akan pernah cukup, saya percaya permintaan maaf diperlukan untuk mengakui dampak buruk dan kehilangan yang tidak bisa dipulih yang diderita komunitas Anda,” tulis Altman.
“Saya menegaskan kembali komitmen yang telah saya buat kepada Wali Kota dan Perdana Menteri untuk mencari cara mencegah tragedi seperti ini di masa depan,” tambah Altman.
“Ke depannya, fokus kami akan terus bekerja dengan semua level pemerintah untuk membantu memastikan hal seperti ini tidak pernah terulang.”
Pernyataan penyeselan Altman ini muncul setelah Eby mengatakan bulan lalu bahwa CEO perusahaan teknologi tersebut setuju meminta maaf kepada komunitas Tumbler Ridge atas kegagalan OpenAI dalam menandai Rootselaar sebagai ancaman.
Dalam suratnya, Altman juga kuatakan bahwa Eby dan Wali Kota Tumbler Ridge, Darryl Krakowka, telah menyampaikan “kemarahan, kesedihan, dan kekhawatiran” yang dirasakan komunitas tersebut dalam diskusi mereka.
“Kami setuju bahwa permintaan maaf publik diperlukan, tetapi waktu juga dibutuhkan untuk menghormati komunitas saat mereka berduka. Saya membagi surat ini dengan pemahaman bahwa setiap orang berduka dengan caranya masing-masing dan pada waktunya masing-masing,” tulis Altman.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada seluruh komunitas. Tidak ada seorang pun yang seharusnya harus mengalami tragedi seperti ini. Saya tidak dapat membayangkan hal yang lebih buruk di dunia ini daripada kehilangan seorang anak.”