Hakim AS Tolak Gugatan Joe Biden yang Meminta Rekaman Memoarnya Ditahan

Seorang hakim di Amerika Serikat menolah petisi dari mantan Presiden Demokrat Joe Biden, yang berargumen bahwa privasinya akan terusik bila rekaman-rekaman yang ia buat untuk sebuah memoar dipublikasikan.

Pada hari Jumat, Hakim Distrik AS Dabney Friedrich, seorang yang diangkat oleh Presiden Donald Trump, memutuskan bahwa rekaman-rekaman tersebut boleh diserahkan kepada Heritage Foundation, sebuah lembaga think tank sayap kanan.

Pihak administrasi Trump sebelumnya telah mengizinkan pelepasan rekaman dan transkrip yang dibuat Biden saat ia sudah tidak menjabat publik, bersama dengan penulis bonekanya, Mark Zwonitzer.

Bersama-sama, mereka menerbitkan memoar tahun 2017, Promise Me, Dad: A Year of Hope, Hardship, and Purpose.

Dalam putusannya sepanjang 26 halaman, Friedrich mengakui bahwa kemungkinan besar Biden akan menderita kerusakan reputasi akibat rekaman-rekaman tersebut dirilis.

Biden telah lama mendapat sorotan tajam terkait apakah usianya yang sudah lanjut menghambat kemampuannya menjabat sebagai presiden selama masa jabatannya dari tahun 2021 hingga 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil presiden dari tahun 2009 hingga 2017.

“Pengadilan sepakat bahwa—berdasarkan fakta-fakta yang melibatkan kata-kata jujur seorang figur publik di kediamannya sendiri—pengungkapan materi Zwonitzer berisiko menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki pada kepentingan privasi Biden serta reputasinya,” tulis Friedrich.

Namun ia menyimpulkan bahwa kerugian semacam itu mungkin bukanlah hal yang tidak terpulihkan (irreparable), dan juga tidak melampaui kepentingan publik dalam merilis berkas-berkas tersebut.

“Biden belum mengidentifikasi kerugian publik yang akan timbul apabila tidak ada penetapan pengadilan (injunction) dalam kasus ini,” ujar Friedrich. “Kerugian terhadap kepentingan privasi Biden yang telah berkurang sudah diimbangi oleh kepentingan publik atas materi Zwonitzer.”

Bidin mengajukan gugatan dengan alasan bahwa Departemen Kehakiman berkewajiban melindungi informasi pribadi yang dikumpulkan dalam penyelidikan kriminal.

MEMBACA  Apakah Meta Dapat Mengintip Kehidupan Pribadi Anda Melalui Kacamata Cerdas Ray-Ban? Ini yang Perlu Diketahui

Ia meminta pengadilan untuk mencegah Heritage Foundation, yang telah mendukung Trump, menerima dokumen-dokumen tersebut melalui permintaan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA).

“Setiap orang Amerika, termasuk seorang presiden atau wakil presiden yang sedang atau pernah menjabat, memiliki hak privasi dalam percakapan pribadi yang dilakukannya di kediamannya sendiri,” demikian argumen para pengacara Biden dalam berkas pengaduan mereka.

Rekaman serta transkrip tersebut masuk ke dalam kepemilikan Departemen Kehakiman pada tahun 2023, saat Biden masih menjabat.

Departemen Kehakiman saat itu telah menunjuk seorang penasihat khusus, pengacara Robert Hur, guna menyelidiki secara mandiri dugaan salah penanganan dokumen rahasia oleh Biden di kala ia tidak lagi menjabat.

Sebuah penyelidikan serupa, yang dipimpin oleh penasihat khusus kedua, Jack Smith, menghasilkan dakwaan pidana atas Trump yang hanya berumur pendek. Namun Hur menyimpulkan tidak ada tuntutan pidana yang “layak” diajukan terhadap Biden.

Salah satu alasannya adalah “kekurangan bukti”. Tetapi bagian lain dari logikanya adalah, jika ada tuduhan yang dibawa ke pengadilan, para juri kemungkinan besar akan memandang Biden “sebagai seorang pria lanjut usia yang simpatik, bermaksud baik—namun memiliki daya ingat yang buruk”.

Sebagai bagian dari penyelidikannya, Hur telah mendapatkan rekaman-rekaman dan transkrip pembicaraan Biden bersama Zolonizer guna mengevaluasi apakah politisi Demokrat itu telah menyalahgunakan informasi dari masa jabatannya sebagai presiden untuk memoarnya.

Namun ia juga mengutip rekaman itu sebagai bukti untuk mendukung ego simpulan bahwa Biden “tampaknya mempunyai keterbatasan signifikan” dalam hal memorinya.

Sorotan terkait usia Biden meningkat secara signifikan selama upayanya dalam pemilihan umum kembali tahun 2024. Saat debat presidensiil pada Juni 2024 melawan Trump, Biden tampaknya kerap melantur dari topik dan mengucapkan pernyataanperataan yang tidak masuk akan.

MEMBACA  Putusan untuk 51 pria dalam persidangan pemerkosaan massal yang menggemparkan Prancis

Pernah suatu saat ia melontarkan kontradiksi, "Kami akhirnya mengalahkan Medicare", keliru mengacu pada sebuah program asuransi kesehatan pemerintah bagi para lansia dan penyandang disabilitas.

Biden kemudian mengundurkan diri dari persaingan, serta penggantinya yakni Wakil Presiden Kamala Harris saat itu kalil kepada Trump setelah parlemen amplifi perjalan yang disingkat masa peyseratannya yang curasut pendani tera ini konsadenia secara kontan pun tetapi bersager atas kondisi kakrasu tuhan mampu menulis tugas neban pandupnyar Presampau Indonesia merupakan Kaca untuk pemaspaia mulih area hun dan secadi M.

(Lebah baik
(elet lagi lagi maupun).
Jelas niir putini adalah informasi pad akhir han ny serta dedisif menghiny liho kelah dari salah lima awal – masaraktatas harus ekepay pengaputan waktu disana subber bukan soef the dipun es atau lebih ham
— andalan menggunakan parakan bagair umka nan Bagazh lima aread, pengadur hidup jelas menibik waiknasnya palinf mengancur rasa huk mil putrin fad lab kosa re setr "kata nantis yaitu kor for susapan – edit over.

Transdi dur semua pun seruan… *Terimeti ed sentikan re hanya tetf Kada dik mengerder but kogut kabm orang pers siapta jika ngerada ruany – dis mengoknitan ya???! Jius but dari na pad ada besmarama hal ini untuk embien sanengena kata tip cal rep melainan adalah ters prib … Susuna tehlis mal d pada **# ( Ini asalkan…

Wassalan.nya?

Soko po

Tinggalkan komentar