Tony Robbins sangat paham perasaan itu.
Jauh sebelum menjadi miliarder mandiri, penulis buku laris, dan pembicara motivasi terkenal di dunia, Robbins dulunya tukang bersih-bersih dengan gaji cuma $40 per minggu. Dia tidak rencana kuliah dan masa depannya tidak jelas. Di usia awal 20-an, dia berusaha keras cari peluang—dengan mempelajari orang sukses, mencari mentor, dan mencoba ide-ide. Umur 24 tahun, dia sudah dapat juta pertamanya sebagai motivator.
Sekarang, setelah beberapa dekade, Robbins—yang pernah melatih miliarder hedge fund Paul Tudor Jones dan mantan Presiden Bill Clinton—melihat anak muda zaman sekarang menghadapi situasi yang sama membingungkan. Tapi menurut dia, jalan menuju sukses tidak berubah sebanyak yang orang kira.
Menurut Robbins, orang yang paling sukses bukan yang bisa prediksi masa depan dengan sempurna, tapi yang bisa menguasai pola. Dan di ekonomi yang tidak stabil sekarang, Robbins bilang ada tiga keahlian berbasis pola yang bedakan orang yang maju dan yang stuck.
- Mengenali Pola
Langkah pertama, kata Robbins, adalah belajar mengenali pola—di berbagai industri, karir, bahkan sistem kepercayaan.
“Pola umumnya apa? Sistem kepercayaan umumnya apa?” katanya baru-baru ini ke The School of Hard Knocks. “Mengenali pola bikin kamu keluar dari rasa takut.”
Bagi pekerja muda, ini bisa berarti pelajari nasihat pemimpin sukses untuk temukan tema yang berulang, atau lacak industri dan peran apa yang berkembang peluangnya meski ekonomi sulit.
- Memanfaatkan Pola
Tapi cuma lihat pola tidak cukup—keuntungan sebenarnya datang dari belajar cara menerapkannya.
“Kalau lihat orang yang jago di finans, itu karena mereka belajar tidak hanya lihat polanya, tapi gunakan polanya,” tambah Robbins.
Memanfaatan pola bisa jadi kunci untuk ubah wawasan jadi penghasilan. Di dunia nyata, ini bisa berarti adaptasi model bisnis yang sudah terbukti, tiru kebiasaan sukses orang berprestasi tinggi, atau kenali siklus pasar lebih awal supaya bisa bertindak.
Dan kalau buat kesalahan, tidak apa—itu bagian dari proses. Bahkan, waktu umur 25, dia akui pernah ikut nasihat seorang wanita yang nyetir Rolls Royce untuk investasi di saham murah.
“Saya ikut nasihatnya dan taruh uang saya di saham itu,” katanya di tahun 2014. “Dan saya kehilangan semuanya.”
- Menciptakan Pola
Keahlian terakhir—dan paling kuat—adalah menciptakan pola sendiri.
“Saat itulah kamu menjadi yang terhebat di bidang kamu. Begitulah caranya,” kata Robbins. “Tapi saya selalu bilang, kita tidak didesain untuk mengelola keadaan. Kita didesain untuk jadi pencipta. Kita diciptakan, dirancang untuk jadi pencipta; jadilah pencipta hidupmu sendiri.”
Bagi Gen Z, ini bisa berarti ciptakan jalur karir baru, gabungkan keahlian dari berbagai bidang, atau bangun peluang sendiri daripada nunggu jalur tradisional muncul lagi. Di dunia yang terus berubah, Robbins sarankan keunggulan tertinggi adalah belajar cara membentuk masa depan, bukan cuma bereaksi.
Pekerjaan Kecil Dulu Bantu Kesuksesan Tony Robbins, Jeff Bezos, dan Jensen Huang
Robbins besar di lingkungan rumah tangga yang kasar, tapi dia tidak biarkan keadaan itu tentukan hidupnya. Malah, itu jadi pemicu semangatnya untuk sukses—dan paham orang lain.
“Kalau ibu saya seperti ibu yang saya inginkan, saya tidak akan sesukses ini; saya tidak akan seambisi ini,” katanya ke CNBC tahun 2016. “Saya tidak akan menderita, jadi mungkin saya tidak akan peduli dengan penderitaan orang lain seperti sekarang. Dan itu bikin saya terobsesi untuk paham orang dan bantu ciptakan perubahan.”
Untuk mandiri sejak dini, Robbins kerja berbagai pekerjaan kecil setelah sekolah dan di akhir minggu, dari bantu orang pindahan sampai jadi tukang bersih-bersih. Pekerjaan terakhir itu sangat membentuknya—bukan karena pekerjaannya, tapi karena waktu luang yang diberikannya.
“Saya pilih pekerjaan itu bukan karena suka bersih-bersih, tapi karena bisa saya lakukan dari jam 10 malam sampai 2 pagi,” kata Robbins . “Saya juga punya waktu luang untuk berpikir dan isi pikiran saya.”
Dan Robbins bukan satu-satunya yang ubah kerja keras awal yang sederhana jadi sukses.
CEO Nvidia Jensen Huang, contohnya, pernah bilang pekerjaan pertamanya adalah cuci piring di Denny’s—pengalaman yang ajarinya untuk tidak anggap remeh tugas apapun.
Pendiri Amazon Jeff Bezos juga terkenal pernah balik burger di McDonald’s waktu remaja, pengalaman yang dia akui mengajarkan tanggung jawab, disiplin, dan cara kerja tim.
Dan pendiri Spanx Sara Blakely menghabiskan tahunan jual mesin faks dari pintu ke pintu sebelum bangun perusahaan shapewear-nya—dan jadi miliarder mandiri.
“Saya mulai dengan lima ribu dollar dari jual mesin faks dan danai sendiri semuanya selama 21 tahun,” kata Blakely tahun lalu. “Saya duduk sendiri dan berpikir, kamu mau habiskan lima ribu dollar untuk liburan? Atau mau coba bertaruh pada dirimu sendiri?”
Halo! Apa kabar?
Saya baru baca buku yang sangat bagus. Buku ini tentang seorang anak yang pergi ke hutan dan menemukan banyak hewan lucu. Ceritanya sangat menarik dan gambarnya juga indah.
Saya rekomendasikan buku ini untuk teman-teman. Kalian pasti suka!