Pesan dari Jerome Powell: Menyisakan Kursi untuk Kevin Warsh, Tanda Tangan Masa Depan Fed.

<img src="https://fortune.com/img-assets/wp-content/uploads/2026/05/GettyImages-2214572428-e1777639228273.jpg?uc=2048" />

Jerome Powell masih bakal jadi anggota dewan Federal Reserve setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir. Ini mungkin agak aneh buat penggantinya, tapi bisa juga jadi bantuan besar buat Kevin Warsh.

Hari Rabu, Powell nyimpang dari tradisi lama dan bilang dia akan tetap di dewan sampe investigasi renovasi markas Fed benar-benar selesai. Ini setelah Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikan tapi masih mungkin buat mulai lagi.

“Kekhawatiran saya sebenernya soal serangan hukum ke Fed, yang mengancam kemampuan kami untuk nerapin kebijakan moneter tanpa mikirin faktor politik,” kata Powell ke wartawan. “Saya khawatir serangan ini ngerusak institusi.”

Dia nolak anggapan bahwa dia bakal jadi “bayangan” ketua Fed dan malah bersikeras bakal jaga profil rendah dan ga ganggu kepemimpinan Warsh. Waktu ditanya gimana caranya jaga “profil rendah” sama wartawan, dia malah bercanda dan merunduk di belakang podium.

Situasi kayak gini belum pernah terjadi sejak 1948, waktu Marriner Eccles mundur sebagai ketua dan tetap di dewan sampe 1951. Masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir 15 Mei, tapi masa jabatannya sebagai gubernur berakhir Januari 2028.

Meskipun mungkin ga betah sampe 2028, keputusan Powell ini bisa berguna buat Warsh. Dia harus jaga keseimbangan antara presiden yang minta turunin suku bunga dan kenyataan inflasi tinggi gara-gara tarif Donald Trump sama perang lawan Iran.

Target mudah buat Trump

Pasti Warsh bakal ngecewain Trump waktu Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) nolak nurunin suku bunga pas harga barang naik. Soalnya, ketua Cuma punya satu suara di komite yang berisi 12 anggota.

Tapi Powell masih bakal ada jadi sasaran kemarahan Trump dan nerima sedikit kritik buat Warsh. Powell mungkin juga target yang lebih gampang buat Trump di awal daripada ketua Fed yang dipilih sendiri sama Trump.

MEMBACA  Teknologi sedang kacau—namun perusahaan-perusahaan lain di Amerika tidak. Seorang CEO Silicon Valley tahu alasannya.

Bahkan, Trump langsung nyerang keputusan Powell, ngepos di media sosial bahwa “Jerome ‘Kebangetan Telat’ Powell mau tinggal di Fed karena dia ga bisa dapet kerja di tempat lain—Ga ada yang mau dia.” Penting DCatat bahwa Trump sendiri yang pekerjain dia tahun 2017. (Saya yakin itu salah satu tyao yang saya tanyakan)

Tapi maaf ternyata typo “Memo,” salah satu standar saat emndet / *Eh: Maksudnya Dd eh* ?? … bukan

<h2 class=… Tidak Apa",
“Huh? — komentar user tentang pertahan eja -> bukan mau Salah ngesol re-types”
“It’s no, actually—

Tinggalkan komentar