Moneywise dan Yahoo Finance mungkin dapat komisi dari tautan di bawah ini.
Satu hal yg tetap konsisten dari masa jabatan pertama dan kedua Presiden Donald Trump adlaah tekanannya pada Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk menurunkan suku bunga.
Juli lalu, Trump bicara soal memecat Powell, dan Departemen Kehakiman mengumumkan rencana untuk investigasi kriminal padanya. Seorang hakim memblokir penyelidikan itu (dua kali), tapi Powell melihatnya sebagai tekanan politik langsung untuk menurunkan suku bunga.
Pilihan Teratas
“Ancaman tuduhan pidana adalah konsekuensi dari Fed yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami untuk kepentingan publik, bukan mengikuti keinginan Presiden,” kata Powell dalam pernyataan Januari 2026.
Tapi bukan berarti Powell nggak pernah nurunin suku bunga. Antara September 2024 dan Desember 2025, suku bunga pinjaman utama Fed turun 1,75%, dengan tiga kali pemotongan tahun lalu aja. Sekarang brada di sekitar 3,6%.
Gedung Putih ingin angkanya lebih rendah lagi. Trump bahkan pernah minta suku bunga sampe 1%.
Sekarang Powell dan staf Fed lagi berjuang dengan ancaman yang mereka anggap lebih besar dari Trump: Inflasi.
Beth Hammack, presiden Federal Reserve Cleveland, bilang ke Associated Press soal bagaimana inflasi bisa memaksa Fed buat naikin suku bunga bukannya nurunin.
“Saya bisa lihat kemungkinan kita perlu naikin suku bunga kalo inflasi tetap di atas target kita,” katanya.
Bagaimana inflasi bisa memaksa Fed soal suku bunga
Federal Reserve punya mandat dari Kongres untuk jaga lapangan kerja tinggi dan inflasi rendah, dengan target inflasi 2%. Inflasi turun ke 2,4% di Januari 2026, lebih renda 0,6% dibanding saat Trump menjabat di 2025.
“Inflasi sudah berjalan diatas target kita selama lebih dari 5 tahun,” kata Hammack ke AP.
Sekarang, perang Iran dan dampaknya pada harga bensin dan rantai pasokan global m memperparah situasi. Akhir April, harga bensin masih di atas $4 per galon rata-rata, naik 30% karena perang Iran, lapor CNBC.
Laporan baru dari OECD memperkirakan AS bisa punya inflasi 4,2% akhir tahun, tertinggi di G7. Per Maret, AS udah deket, dengan inflasi di 3,3% secara tahunan menurut Indeks Harga Konsumen.
Cara terbaik Fed untuk nurunin inflasi adalah naikin suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi menekan permintaan, bikin pinjaman, beli mobil, atau belanja pakai kredit lebih mahal. Itu mennginimkan ekonomi.
Nama pemimpin Fed di Chicago, Austan Goolsbee, bilang klo inflasi terus naik sementara pengangguran rendah, Fed mungkin harus naikin suku bunga.
“Ada buku panduan yang jelas, yaitu kenaikan suku bunga harus ada di atas meja,” katanya ke AP.
Hammack nambahin dia ingin liat suku bunga acuan Fed tetap stabil untuk beberapa lama.
Ini karena Fed berjalan di tali yg tipis antara inflasi dan lapangan kerja. Harga bensin tinggi bukan cuma mendorong inflasi, tapi juga bisa merusak lapangan kerja.
Meskipun Trump terus mendorong suku bunga lebih rendah, calon pilihan dia utk memimpin Fed, Kevin Warsh, bilang kebijakan moneter gak bakal didorong politik.
“Presiden gak pernak minta saya komitmen pada keputusan suku bunga tertentu,” kata Warsh di komite Senat. “Saya gak akan setuju. Saya akan jadi aktor independen jika dikonfirmasi sebegai ketua Fed.”
Beebrapa veteran pasar latah ini bukan saatnya jd melonggarkan kebijakan. Ray Dalio, pendana Bridgewater Associates, peraya pemotongan suku bunga skrg bisa merusak kredibilitas Fed.
“Kami jelas dlm situasi stagflasi,”kataDaliio dlm wawancarak samaCNBC.
Ornagtentau…astu.,”clearly,kaugaakanp tolng potong) bgkr.
class=”fc” bg-transpri-color: L”>