Penjualan iPhone Apple mencapai rekor baru selama musim liburan, meskipun ada masalah dengan kecerdasan buatan yang membuat perusahaan ini minta bantuan dari Google.
Hasil periode Oktober-Desember yang diumumkan Kamis menunjukkan kesetiaan penggemar Apple. Mereka antusias membeli model terbaru iPhone 17, walaupun Apple belum memenuhi janjinya di tahun 2024 untuk meningkatkan asisten Siri dengan AI.
Apple berusaha menutupi kesalahan AI-nya dengan desain “kaca cair” baru untuk iPhone 17. Desain ini bisa diinstal lewat pembaruan software gratis September lalu. Strategi ini membantu penjualan iPhone mencapai $85.3 miliar, naik 23% dari tahun sebelumnya. Ini adalah penjualan iPhone tertinggi Apple sejak peluncuran pertamanya tahun 2007.
“Permintaan untuk iPhone sangat luar biasa,” kata CEO Apple Tim Cook dalam konferensi dengan analis. Dia memprediksi iPhone akan jadi platform canggih untuk AI.
Kinerja kuat iPhone mendongkrak laba Apple menjadi $42.1 miliar untuk kuartal ini, naik 16%. Total pendapatan juga naik 16% menjadi $143.8 miliar. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan analis.
Saham Apple naik sekitar 1% dalam perdagangan setelah jam setelah laporan dirilis. Tapi harga sahamnya masih sedikit turun sejak awal tahun ini, dan tidak jauh lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2024.
Menurut analis Ethan Feller, kekhawatiran soal keterlambatan Apple di AI tampaknya berlebihan. Sekarang Apple siap meluncurkan lebih banyak teknologi AI sebagai fitur yang bisa berkembang di seluruh ekosistemnya, yang termasuk iPad, Mac, dan smartwatch selain iPhone. Lebih dari 2.5 miliar perangkat aktif di dunia kini menggunakan sistem operasi Apple.
Perusahaan asal Cupertino, California ini akan coba pertahankan momentum dengan akhirnya merilis sejumlah fitur AI yang tertunda, termasuk peningkatan Siri yang seharusnya membuat asisten ini lebih interaktif.
Untuk mewujudkannya, Apple memanfaatkan model AI terbaru Google, Gemini 3. Ini seperti pengakuan diam-diam atas kekurangannya dalam teknologi yang dianggap sebagai terobosan terbesar industri sejak iPhone diluncurkan.
Meski kekurangan di AI, iPhone tetap jadi pemimpin penjualan global tahun lalu dengan pangsa pasar hampir 20%, sedikit di depan Samsung.
Dengan penuh percaya diri, Apple memprediksi pendapatannya periode Januari-Maret akan naik minimal 13% dari tahun lalu, lebih tinggi dari perkiraan analis sekitar 10%.
Ledakan AI menghadapkan Apple pada tantangan lain: kekurangan chip memori untuk smartphone dan laptop. Ini karena permintaan tinggi untuk prosesor yang sama di pusat data besar yang dibangun untuk AI.
Selain mengancam produksi iPhone, kelangkaan chip memori juga mendongkrak harganya. Faktor ini sudah mengikis margin keuntungan Apple. Tekanan keuangan ini akhirnya bisa memaksa Apple menaikkan harga iPhone dan produk lain untuk menutup biaya chip memori yang naik.
“Kami terus melihat harga pasar untuk memori meningkat signifikan,” kata Cook kepada para analis Kamis. “Seperti biasa, kami akan pertimbangkan berbagai pilihan untuk mengatasinya.”