Langganan Judul: CEO Maybank Singapura Alvin Lee Bertaruh pada Ekonomi Perak & Aliran Lintas Batas untuk Kembangkan Bisnis

Singapura lagi ngejar status sebagai negara super-aged. Pada tahun 2030 nanti, satu dari empat warga akan berumur 65 tahun ke atas, naik dari satu dari sepuluh warga dua puluh tahun yang lalu.

Penurunan jumlah penduduk ini bisa jadi beban buat ekonomi, karena orang usia kerja semakin sedikit tapi harus dukung lebih banyak lansia. Tapi buat beberapa bisnis, ada peluang dari “ekonomi perak”—produk dan layanan yang dikhususkan buat orang tua.

“Ekonomi perak itu kayak otot yang harus kita latih,” kata Alvin Lee, CEO Singapura dari bank Malaysia Maybank. Dia bilang, nasabah Maybank Singapura sudah punya lebih banyak “pengguna generasi perak” dibanding rata-rata industri.

Maybank sekarang udah bangun layanan kekayaan (wealth services) yang cocok buat generasi perak di Singapura. Tahun 2019, mereka luncurkan program Passion Plus, yang punya produk bank dengan suku bunga tabungan spesial buat bantu orang nabung pensiun, juga manfaat gaya hidup kayak pijat, suplemen lebih murah, dan diskon ke dokter. Etiqa, bagian asuransi bank itu, juga tawarkan paket kecelakaan khusus buat umur 40 sampai 75 tahun, yang ada perlindungan lebih besar biaya medis karena kecelakaan.

“Semoga, dalam dekat ini, produk-produk ini bantu bank secara finansial, dan juga layani pelanggan dengan baik,” katanya.

Melatih otot baru

Lee pertama masuk Maybank tahun 2013 sebagai chief investment officer bagian bank swasta (private banking), setelah kerja di JPMorgan, Citibank, dan Barclays. Dia dirikan unit wealth management Maybank di Singapura pada tahun 2016.

Maybank mulai usaha wealth management lebih telat dari kompetitor, tapi sekarang jadi pilar utama bank Malaysia itu. Siaran pers Februari 2026 bilang, wealth management masih jadi mesin pertumbuhan utama di 2025. Total aset naik 5% jadi 562,3 miliar ringgit Malaysia (sekitar 176,4 miliar dollar AS).

MEMBACA  Rusia Mengklaim Ratusan Drone Ukraina Ditembak Jatuh Saat Forum Ekonomi Berakhir | Berita Perang Rusia-Ukraina

Tahun 2024, Lee jadi CEO Maybank Singapura, gantikan John Lee yang pensiun akhir 2023.

Maybank itu pemain kecil di perbankan Singapura yang sekarang dikuasai “Tiga Besar”: DBS, UOB dan OCBC. Bank asiang cuma bisa buka 25 cabang fisik di negara ini.

“Kami tidak mungkin bersaing kayak DBS,” Lee ngaku. “Kita harus pilih lawanan yang pas.”

Tapi, Singapura sekarang kasih 20% pendapatan tahunan Maybank. Lee pengen naikkan itu ke 30% pada 2030. “Kami mulai cari otot baru,” dia bilang.

Lee tunjuk ke Johor-Singapore Special Economic Zone, atau JS-SEZ, sbg contoh satu otot itu. Maybank sudah danai sekitar 20 miliar ringgit Malaysia (4,82 miliar dollar AS) investasi di JS-SEZ, jadi terbanyak dariSemua bank yang dirikan proyek ini.

“Kita mulai koridor investasi Malaysia-Singapura jauh sebelum JS-SEZ, karna kita besar di dua sisi jembatan,” jelasin Lee. “Kami pengen layani orang aja, tapi juga perusahaan kayak firma Singapura mau bikin pabrik at logistik di Johor.”

Ada beberapa perusahaan makanan minuman Singapura, kayak roti Gardenia dan minuman Yeo‘s, baru tutup pabrik di Singapura pindah ke Malaysia, kuu ram alasan lah biaya besar.

Keuangan Islami juga dasar dari Maybank. Taun 2023 mereka perkenal pusat manajemen aset Isamik di Singapura, jdi bank ptama sini yg tawa“ solusi end-to-sld tuun’pa … waris dari penJabat Singapura … l ke‘pmbah … kom ik In an, num?” r ? gu

Tak gu hamp m sD n bA … ” r~ te. pa ~ ps? Di Perer Ta u ’a a” lu“” di ….”~Ya —Mi asina me p“ dengan (di)?La Ka Pen aa

Tinggalkan komentar