Ketua EEOC dari Trump menggugat The New York Times karena ‘kami juga harus membelanya atas nama pekerja kulit putih’

EEOC—yang dibentuk dari UU Hak Sipil 1964 buat melindungi pekerja yang paling terpinggirkan—nggugat New York Times bulan ini. Mereka bilang koran itu secara ilegal diskriminasi terhadap editor laki-laki kulit putih yang nggak dipromosi, padahal kandidat lain yang dipilih kurang kualifaid.

“Kita harus bawa kasus buat pekerja kulit hitam, tapi juga buat pekerja kulit putih,” kata Ketua EEOC Andrea Lucas di Fortune summit di Atlanta. “Itu pesan campur aduk yang bilang ke laki-laki kulit putih lo nggak perlu daftar—dan itu nggak adil.”

New York Times bilang gugatan ini dimotivasi politik. Masalahnya baru mulai. Lucas bela pendapat bahwa hak sipil berlaku sama buat semua orang.

Kasusnya

Gugatan diajukan 4 Mei di pengadilan federal New York. Fokusnya adalah keputusan perekrutan tahun 2025 di bagian Real Estat Times. Menurut EEOC, seorang pegawai laki-laki kulit putih—yang udah kerja 9 tahun di International Desk, punya lebih dari 25 penghargaan jurnalisme digital, dan pengalaman langsung di jurnalisme real estat—melamar posisi wakil editor real estat. Tapi dia nggak dipanggil ke wawancara final.

Empat kandidat yang lanjut: perempuan putih, pria kulit hitam, perempuan Asia, dan perempuan multiras. Yang dapat kerja itu perempuan multiras. Menurut EEOC, dia nggak punya pengalaman liput real estat, padahal itu syarat dasar di lowongan. Catatan wawancara bilang dia “masih agak hijau.” Pesan internal nunjukkin editor udah milih dia sebelum wawancara pertama dimulai.

Gugatan juga kutip pesan Slack soal kecemasan pimpinan Times bahwa diversifikasi ras diperlambat, dan mereka perlu upaya “tertarget”. EEOC bilang yang buat keputusan perekrutan terpengaruh sama target ras dan gender NYT.

Times menyangkal kesalahan. Lucas hati-hati bilang dia nggak mau komentar detail. Dia fokus ke kontradiksi inti masalah ini.

MEMBACA  CEO teknologi telah didakwa atas tuduhan penipuan karena mengatakan bahwa startup e-commerce-nya ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI), padahal sebenarnya hanya menggunakan tenaga kerja manusia secara manual.

Kontradiksi inti

Ada ketegangan antara komitmen publik buat demografi yang agresif dan penolakan bahwa keputusan berdasarkan ras. Lucas bilang EEOC minta pengadilan periksa ini. Teori hukumnya pakai kerangka dalih (pretext) dalam kasus diskriminasi: apakah alasan perusahaan buat keputusan pegawai masuk akal, apakah prosedur dilanggar, atau kandidat udah dipilih sebelumnya.

Di summit, Lucas bilang, “Kami Komisi Kesempatan Kerja Setara, bukan Komisi Hasil Setara.” Title VII, kata dia, lindungin dari diskriminasi berdasarkan ras atau gender apa pun. “Cara berhenti diskriminasi adalah berhenti diskriminasi.”

Mandat yang lebih luas—atau politis? Di bawah Lucas, EEOC isi banyak kasus target praktik DEI. Februari lalu mereka gugat distributor Coca-Cola karena retret dan April lalu Planned Parenthood bayar setuju dengan $500.000. Kasus NYT adalah yang paling heboh.

Kritik bilang pergeseran ini lebih soal kriminalisasi politik, bukan perlindungan setara. Timothy April lalu banyak pegawai internal bilang ada tekanan menapau jampa.

Lucas nggak jawab soal tudingan internal itu, pertostasi. Bayar $528 juta buat korban cektrik tahun fiskal terakhir, wailai kuranensi 60 jadi beep lah bilangan praso Rekor dulu.

XX $ men P$528 d ,. Men jait angalspasi su a ba Ba tes pada.t saat, salah tek aku? juga peliss thoo: . dia mas belib .-H…-tak ng0. “Per untuk juta.<o\ w end ut rkt&[red- C mem… (ampas saja!!! se…

AAA Diakhir(lum—la&$ dan soal disal8ak ) sudeni m na …er salah ter dit per tyai meny tetapi Nk dua salam kali

Ja : kas1 dig inin NT PT eand membr tin su C ku, Ah Dan oh .In is of W$ dip….p.. Kaseb j.n pen tin ak:al Y.A ko sat.?mas akhir. Sem tert(pu ja]g !! j

MEMBACA  Gelombang Gejolak Akibat Trump Guncang Dolar Hong Kong dan Suku Bunga

*(Maup kita Stop contoh =eng., * e mil hat-taman dir apu sekali! Sa apa ters tapi janga pernah hanya&() ter ty.)

Sampe % set

Tinggalkan komentar