Jeff Bezos mengatakan bahwa utopia sudah di depan mata; kita hanya perlu terus mendorong dan, yang lebih penting, terus mendanai perusahaan-perusahaan seperti miliknya. Dalam wawancara ekstensif dengan CNBC, pendiri Amazon dan Blue Origin ini tidak menyangkal bahwa kecerdasan buatan akan mengganggu; ia hanya berpendapat bahwa gangguan itu akan terjadi dengan cara yang menciptakan kelimpahan tanpa batas. Mudah saja diucapkan bagi orang yang sudah memiliki kekayaan tak terbatas.
“Kalau selama ini Anda menggali ruang bawah tanah untuk rumah Anda dengan sekop, lalu tiba-tiba ada seseorang yang akan memberikan Anda buldoser, Anda seharusnya sangat senang,” ujar Bezos kepada pembawa acara CNBC dan kolumnis New York Times, Aaron Ross Sorkin. “Yang benar-benar akan terjadi adalah kita akan memiliki begitu banyak produktivitas dalam perekonomian kita,” katanya, dengan bersikeras bahwa, alih-alih menggantikan pekerja manusia, AI justru akan “mengangkat semua orang ini.”
Seberapa besar pengangkatan itu? Begitu besarnya sehingga bakal ada kekurangan tenaga kerja dan deflasi—bukan karena ekonomi akan runtuh setelah kita dengan sangat bulat menggantungkan nasib pada teknologi yang belum menghasilkan perbaikan produktivitas yang berarti, melainkan karena orang-orang dengan sukarela akan berhenti bekerja dan menikmati kehidupan bebas kerja.
“Banyak orang yang memiliki rumah tangga dengan dua pencari nafkah, salah satunya akan keluar dari angkatan kerja,” ujar Bezos. “Saya prediksi kita justru akan mengalami deflasi, asalkan kita membiarkan teknologi ini berjalan dan jangan menghambatnya dengan regulasi terlalu dini. Semua barang akan menjadi lebih murah, pembangunan perumahan akan lebih murah.”
Mungkin Bezos dan perusahaannya hanya membantu orang-orang untuk bertransisi menuju realitas itu dengan memecat puluhan ribu orang sambil terus bicara bahwa AI bisa mengerjakan pekerjaan mereka. Itu bukan sedang memberikan mereka buldoser, melainkan lebih mirip menabrak mereka dengan buldoser yang, ternyata tidak terlalu jago menggali tanah. Lagipula, jika Anda ingin menggunakan Amazon sebagai indikator harga konsumen, Anda akan menemukan bahwa segalanya juga tidak menjadi lebih murah—haraga kebutuhan/ justru terus naik. Jadi manalah semuanya lebih mahal, dan orang-orang makin tersingkir oleh teknologi yang nyaris belum teruji serta inefektif, namun kalau kita lakukan terus, segala hal kemungkinan akan selesai dengan sendirinya.
Tampaknya itulah juga yang ada dalam sikap Bezos terhadap derasnya aliran uang ke industri AI saat ini: ini bagus, dan kalaupun buruk, itu juga bagus! “Bahkan jika ini gegerdasi terlalu awal memang ternyata sebuah gelembung, Anda tidak perlu khawatir karena gelembung itu mendorong investasi dan sebagian dari investasi ternyata hal/s yang paling bermanfaat kedepan” Tegasnya mengatakan betapa penting ummpah industri menuru* energi. Omong-omong celah pikir logika faktual Betwen itu indikas mayoit untuk rapetnya semua strateg ta/ memang finans ini mohib: histor ta dia&hargekanh en jolo emis lege biar duik alir pada awo gperrt run-tetntel $11 sgg & walau bukan benda .
Sejarah beberapa buktin bul>ada ar Tentu Indkg ambyai hasil sarin esnaran ki aran p