Perang di Iran bisa punya dampak serius untuk inflasi dan suku bunga, kata seorang ekonom terkenal.
“Tapi ada tiga jenis inflasi. Pertama adalah saat ada kenaikan sementara di tingkat harga dan itu hilang sendiri. Yang kedua adalah saat ada kenaikan permanen di tingkat harga tapi ekspektasi inflasi tidak tertahan. Dan yang ketiga adalah saat ada kenaikan di tingkat inflasi dan ekspektasi inflasi,” kata profesor NYU Nouriel Roubini di Opening Bid Yahoo Finance (video diatas).
“Dalam dua kasus pertama, respons terbaik adalah tunggu dan lihat dan tidak ambil tindakan, tidak menurunkan suku bunga, tidak menaikkannya. Tapi jika ekspektasi inflasi menjadi tertahan, Fed terpaksa, atau bank sentral manapun terpaksa, untuk menaikkan suku bunga kebijakan. Kalau tidak, akan ada kenaikan permanen di ekspektasi inflasi. Jadi kita belum tau apakah kita akan masuk skenario ketiga itu. Itu tergantung berapa lama perang berlangsung dan berapa lama harga minyak akan tetap diatas $100 per barrel.”
Baca selengkapnya: Bagaimana guncangan harga minyak mempengaruhi dompetmu, dari bensin sampai belanja
Roubini, yang dijuluki “Dr. Doom” karena prediksi awal nya tentang keruntuhan pasar perumahan 2008, adalah salah satu ekonom paling berpengaruh di dunia. Karirnya mencakup tingkat tertinggi kebijakan dan akademisi, termasuk peran di Dewan Penasehat Ekonomi Gedung Putih, Departemen Keuangan, dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Roubini menambahkan tentang pandangan ekonomi, “Saya akan berkata bahwa jika minyak tetap diatas $100 sampai akhir April, dampak pada inflasi lebih besar dan dampak pada pertumbuhan juga agak lebih besar. Tapi itu tidak cukup [untuk membuat ekonomi masuk resesi].”
Pasar saham tetap bertahan dengan baik meskipun kenaikan harga minyak mempertanyakan potensi output ekonomi AS tahun ini.
Tapi retakan ekonomi dari Operasi Epic Fury mulai muncul.
Pembacaan sentimen konsumen awal Universitas Michigan untuk Maret jatuh ke 55.5, tingkat terendah di tahun 2026. Wawancara yang dilakukan sebelum serangan di Iran menunjukan optimisme konsumen naik, tapi data yang dikumpulkan dalam sembilan hari setelah aksi militer “benar-benar menghapus” keuntungan itu.
Ekspektasi untuk keuangan pribadi jatuh 7.5% secara nasional, penurunan yang terjadi di semua tingkat pendapatan dan afiliasi politik.
Sementara itu, survei flash PMI manufaktur untuk Maret mengindikasikan perlambatan tajam dalam aktivitas.
“[Harga bensin yang lebih tinggi] benar-benar bersifat resesif dalam jangka pendek,” kata mantan orang dalam pemerintahan Trump Gary Cohn di episode Opening Bid lain.