Terungkap! Dadan Hindayana Menanti 12 Tahun Demi Berhaji, Terdaftar Sejak 2014

Kamis, 4 Juni 2026 – 14:14 WIB

Jakarta, VIVA – Perjalanan ibadah haji yang dijalani Dadan Hindayana tahun ini ternyata menyimpan kisah panjang yang baru diketahui publik. Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) itu mengungkapkan bahwa dirinya harus menunggu selama 12 tahun sebelum akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci bareng istrinya.

Kisah ini jadi sorotan setelah Dadan pulang dari Arab Saudi dan tak lama kemudian diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. Di tengah perhatian publik soal pergantian pimpinan BGN dan penangkapannya, cerita tentang penantian panjangnya untuk berhaji justru menarik perhatian tersendiri.

Potret Dadan saat menjalankan ibadah haji sempat ramai beredar di media sosial. Dalam salah satu unggahan dari akun Instagram @respons.media, ia terlihat pakai pakaian serba putih sambil tersenyum di suasana ibadah di Tanah Saici. Tapi di balik foto itu, ada perjalanan panjang yang sudah dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu.

Dadan mengungkapkan bahwa ia dan istrinya sudah mendaftar ibadah haji sejak tahun 2014. Seperti jutaan calon jemaah Indonesia lain, mereka harus masuk daftar tunggu yang panjang sebelum akhirnya dapet kesempatan berangkat. Penantian berakhir pada tahun 2026 ketika nama mereka baru terpanggil untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Kita berdua sudah daftar sejak 5 Mei 2014, jadi 12 tahun nunggu dan akhirnya kita dipanggil persis di tahun ini,” kata Dadan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, seperti dikutip dari VIVA pada Kamis, 4 Juni 2026.

Meskipun lagi menjalankan ibadah haji, Dadan tetap sempat melakukan beberapa agenda terkait bidang yang jadi tanggung jawabnya. Salah satunya mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah. Di sana ia ngebahas kemungkinan buat nerapin program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak Indonesia di luar negeri.

MEMBACA  Pengembangan Infrastruktur Ekonomi Kreatif Indonesia Semakin Diperkuat

Menurut Dadan, usulan itu udah disampaikan ke Presiden Prabowo buat dipelajari lebih lgi. Tapi, rencana tersebut malah berakhir pupus setelah dia dicopot dari jabatan dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Jika pak Pres. setujui, rencanaakan lang perdana untuk diterpakan,.Haji target pokorna lang tercapai!”

Tinggalkan komentar