Sambut Hari Kartini 2026: 13 Menteri dan Wakil Menteri Perempuan di Kabinet Prabowo

loading…

Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026 menjadi momen penting untuk menyoroti peran perempuan dalam kepemimpinan nasional. Foto/Arif Julianto.

JAKARTA – Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 adalah momentum penting untuk menonjolkan peran wanita dalam memimpin negara. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, banyak perempuan yang menempati posisi strategis sebagai menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih.

Keberadaan mereka tidak hanya menunjukkan komitmen pada kesetaraan gender, tetapi juga membuktikan bahwa perempuan Indonesia punya kemampuan dan keahlian yang kuat untuk membangun bangsa.

Baca juga: Pesan Megawati di Hari Kartini: Terus Majukan Peradaban Bangsa

Latar belakang pendidikan yang bagus, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

Menyambut Hari Kartini 2026, berikut adalah daftar lengkap menteri dan wakil menteri perempuan di Kabinet Prabowo beserta profil pendidikan dan perjalanan karir mereka:

13 Menteri dan Wamen Perempuan di Kabinet Prabowo

1. Meutya Hafid – Menteri Komunikasi dan Digital
Lahir di Soppeng, 3 Mei 1978. Lulus S1 Manufacturing Engineering dari University of New South Wales (2001) dan S2 Ilmu Politik Universitas Indonesia (2018). Pernah jadi Ketua Komisi I DPR RI 2019–2024.
2. Rini Widyantini – Menteri PANRB
Lahir di Bandung, 29 Mei 1965. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Padjadjaran dan Master of Public Management dari Flinders University Australia. Bekerja sebagai ASN sejak 1990.
3. Widiyanti Putri – Menteri Pariwisata
Lulusan Pepperdine University (1993) jurusan Administrasi Bisnis. Aktif sebagai pengusaha dan Sekjen Yayasan Jantung Indonesia (2018–2024).
4. Arifatul Choiri Fauzi – Menteri PPPA
Lahir di Madura, 28 Juli 1969. Lulusan IAIN Yogyakarta (1994) dan Magister Komunikasi Universitas Indonesia (2002). Ketua PP Muslimat NU 2025–2030.
5. Stella Christie – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Lahir di Medan, 11 Januari 1979. Sarjana Harvard University dan PhD Northwestern University di bidang psikologi kognitif. Guru besar di Tsinghua University.
6. Christina Aryani – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Lahir di Jakarta, 17 Juli 1975. Sarjana Hukum (Unika Atma Jaya) dan Ekonomi (STIE Ipwija), Magister Hukum UI (2012), sedang ambil program doktor di UI sejak 2022. Mantan anggota DPR RI 2019–2024.
7. Dyah Roro Esti Widya Putri – Wakil Menteri Perdagangan
Lulusan University of Manchester (2013), lalu Postgraduate Diploma (2014), dan MSc Imperial College London (2015). Pernah ikut program di Harvard dan McGill University.
8. Farida Farichah – Wakil Menteri Koperasi
Berperan dalam memperkuat sektor koperasi nasional dan pemberdayaan ekonomi komunitas.
9. Helvi Yuni – Wakil Menteri UMKMFokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mendorong ekonomi nasional.
10. Ni Luh Enik Ernawati (Ni Luh Puspa) – Wakil Menteri Pariwisata
Lulusan STIE Nobel Indonesia Makassar (2016). Punya pengalaman sebagai jurnalis dan penyiar berita di media nasional.
11. Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
Lahir di Bali, 13 September 1980. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia (2003). Pernah bekerja sebagai jurnalis dan politisi.12. Irene Umar – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif
Lulusan President University (2008) jurusan ekonomi. Berpengalaman sebagai pemimpin venture capital dan tokoh di industri blockchain.
13. Veronica Tan – Wakil Menteri PPPA
Lahir 4 Desember 1977. Lulusan Arsitektur Universitas Pelita Harapan. Aktif di kegiatan sosial dan pernah memimpin Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta.

MEMBACA  Politik Harus Memberi Manfaat bagi Rakyat

(nnz)

Tinggalkan komentar