Puluhan Tewas dalam Ledakan Gudang Bahan Peledak di Timur Laut Myanmar

Setidaknya 46 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka dalam ledakan di wilayah yang dikuasai pemberontak, demikian laporan media setempat.

Publikasi pada 31 Mei 2026

Puluhan orang tewas dalam suatu ledakan di timur laut Myanmar, dekat perbatasan dengan China, menurut pernyataan media lokal dan kelompok pemberontak.

Angka kematian tepat akibat ledakan pada hari Minggu di desa Kaung Tat, Negara Bagian Shan, belum sepenuhnya jelas.

Kisah Rekomendasi

daftar 2 item—akhir daftar

Situs berita lokal The Irrawaddy melaporkan bahwa sedikitnya 46 orang—termasuk enam anak-anak—tewas dan lebih dari 70 luka-luka di sebuah depot bahan peledak. Seorang petugas penyelamat mengabari pada agensi berita Shwe Phee Myay bahwa 55 orang tewas di ledakan maut ini.

Sejumlah rumah rusak berat dalam ledakan sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat (05.50 GMT) dan operasi penyelamatan kabarnya masih berlangsung terus.

Video yang dibagikan di media sosial memperlihatkan kepulan asap raksasa, diikuti ledakan-ledakan susulan. Gambar lainnya menunjukkan beberapa bangunan hancur lebur rata dengan tanah.

Ledakan terjadi di kawasan yang dikuasai oleh Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA)—salah satu kelompok pemberontak terkuat di Myanmar—yang sudah bertahun-tahun berjuang demi otonomi lebih luas dari pemerintahan pusat.

TNLA mengonfirmasi lonjakan energi itu dalam suatu pernyataan di Facebook, mengatakan bahan peledak yang tersimpan digunakan untuk kegiatan pertambangan; wilayah setempat dikenal kaya akan tambang batu rubi berkualitas super :sayajelek.

TNLA menyebut insiden ini mengakibatkan “banyak korban jiwa” di antara warga, namun tak menyebutlan angka presis.

Pihaknya menambahkan buhwa investigasi

MEMBACA  Presiden Jokowi Memantau Proyek Tanggul Laut di Kampung Nelayan Tambaklorok

Tinggalkan komentar