Iran Tingkatkan Pengawasan terhadap Pergerakan Militer AS dan Israel Menjelang Kemungkinan Serangan Darat

loading…

Militer Iran masih menguasai Selat Hormuz. Foto/anadolu

TEHERAN – Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Amir Hatami, telah perintahkan para komandan untuk memantau pergerakan Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan sangat ketat. Dia juga memperingatkan agar bersiap menghadapi kemungkinan invasi darat.

Kantor berita resmi IRNA merilis rekaman pertemuan Amir Hatami dengan para pimpinan militer senior, dimana ia menjelaskan arahan tersebut.

“Kalau musuh coba lakukan operasi darat, tidak boleh ada yang selamat,” tegas pernyataan Hatami menurut ringkasan IRNA.

“Penting buat pantau pergerakan dan tindakan musuh dengan akurat, setiap saat, dan terapkan rencana untuk lawan metode serangan mereka,” tambah ringkasan itu.

Di sisi lain, pihak berwenang Iran menyatakan telah menangkap lima orang yang diduga bekerja untuk jaringan “musuh” di provinsi Zanjan, barat laut Iran.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim, unit keamanan IRGC di Zanjan menuduh yang ditahan itu “terafiliasi dan bertindak sebagai tentara bayaran untuk musuh” melalui keterlibatan dengan jaringan tersebut.

Selama konflik, otoritas Iran berulang kali peringatkan warga, baik di dalam maupun luar negeri, agar tidak bekerja atau bersekutu dengan kepentingan AS atau Israel.

MEMBACA  Bertekad Tingkatkan Kemitraan Iklim dengan Kanada: Pratikno

Tinggalkan komentar