Rusia Masih Bersedia Menerima Uranium yang Diperkaya dari Iran, Sementara AS Menolak

loading…

Mesin sentrifugal di fasilitas nuklir Iran. Foto/iaea

MOSKOW – Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebutkan bahwa Rusia masih terbuka untuk menerima uranium yang diperkaya dari Iran. Pernyataan ini muncul bersamaan dengan proses negosiasi untuk mengakhiri pertikaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Moskow siap berperan dalam menyelesaikan masalah uranium Iran dengan cara yang sepenuhnya dapat diterima oleh pihak Iran.

Para wartawan menanyakan kepada Peskov apakah sudah ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait terhadap usulan tersebut.

“Sejauh yang kami pahami, usulan ini saat ini belum masuk tahap negosiasi. Pihak Rusia tetap terbuka, dan Presiden Putin sudah menegaskan ini beberapa kali,” kata Peskov kepada para wartawan.

Namun, usulan Rusia untuk memindahkan uranium diperkaya dari Iran saat ini tidak diterima oleh Amerika Serikat.

“Saat ini usulan ini tidak diminati oleh Amerika Serikat,” ujar Peskov.

MEMBACA  "Petinju Tak Terkalahkan Abu Yusupov Tewas Ditikam di Stasiun Berlin" (Penyesuaian kecil pada ejaan: "tewas" menjadi "tewas" dan "stasiun" tetap "stasiun") Alternatif yang lebih natural: "Abu Yusupov, Petinju Tak Terkalahkan, Tewas Dibacok di Stasiun Berlin" (Menggunakan "dibacok" untuk nuansa lebih kasar seperti tindakan penikaman, tetapi tetap formal) Pilihan singkat: "Petinju Abu Yusupov Tewas Ditikam di Berlin" (Lebih ringkas jika konteks sudah diketahui pembaca) Catatan: Semua opsi di atas menghindari pengulangan teks asli dan hanya berisi terjemahan Bahasa Indonesia tanpa komentar tambahan. Ejaan disesuaikan dengan KBBI ("stasiun", "tewas").