Perlu menjaga TFR tetap 2.1 untuk pertumbuhan populasi yang seimbang: BKKBN

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bahwa lembaga tersebut sedang berupaya untuk menjaga tingkat fertilitas total (TFR) tetap pada angka 2,1 untuk memastikan pertumbuhan populasi yang seimbang.

“Jika saya mengatakan (kita membutuhkan) rata-rata satu wanita melahirkan satu anak perempuan, itu adalah harapan, bukan kewajiban,” tegasnya setelah meresmikan Jam Kependudukan di Surabaya, Jawa Timur, pada hari Rabu, seperti yang dilansir dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama.

Menurutnya, tingkat kelahiran rata-rata di Jawa Timur, di mana setiap wanita melahirkan 1,9 anak, adalah ideal. Agar populasi terus tumbuh secara seimbang, angka ini harus dipertahankan dan dijaga agar tidak semakin menurun.

“Jika ada 100 wanita di suatu daerah, dalam 10 tahun, jika memungkinkan, jumlahnya harus tetap 100, agar populasi tidak punah,” papar Wardoyo.

Terkait prevalensi stunting, yang ditargetkan oleh negara untuk dikurangi menjadi 14 persen tahun ini, ia meminta kepada daerah untuk bersikap kritis terhadap hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan membandingkannya dengan hasil Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat Elektronik (EPPGBM).

Ia mencatat bahwa di Jawa Timur, cakupan program penimbangan dan pengukuran tubuh, yang merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi stunting di negara ini, telah mencapai 97 persen per Juni 2024.

Kepala BKKBN menyatakan bahwa Jam Kependudukan yang diluncurkan di Jawa Timur dapat mengumpulkan data dan memasukkan data populasi dengan lebih akurat.

“Data Jam Kependudukan diperbarui setiap detik (real-time). Ini adalah langkah luar biasa dari Jawa Timur dan Jam Kependudukan ini memang sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Berita terkait: Hati-hati dalam mengonsumsi obat untuk mencegah cacat lahir: BKKBN
Berita terkait: Wanita Indonesia melahirkan anak kembar lima

MEMBACA  Transjakarta Cibubur-Cililitan Mengalami Penyesuaian, Catat Jalur Layanan!

Translator: Lintang Budiyanti, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2024